Batuk Pilek Meningkat di Kuningan, Anak-anak Jadi Kelompok yang Diwaspadai
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS. -Agus Sugiarto -RADARCIREBON.COM
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Keluhan batuk dan pilek dilaporkan mengalami peningkatan di Kabupaten KUNINGAN.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan mencatat adanya kenaikan jumlah pasien dengan keluhan tersebut di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Peningkatan keluhan batuk dan pilek itu ditemukan mulai dari praktik dokter mandiri, puskesmas, klinik hingga rumah sakit.
BACA JUGA:Kasus Suspek Influenza A di Kuningan Naik September 2026, Pasien Anak Paling Banyak
Meski demikian, Dinkes Kabupaten Kuningan mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan peningkatan tersebut sebagai kasus influenza A, influenza B maupun Covid-19.
Kepala Dinkes Kabupaten Kuningan, dr H Edi Martono MARS mengatakan kepastian mengenai penyebab penyakit membutuhkan pemeriksaan laboratorium.
Menurut Dokter Edi, keluhan batuk dan pilek memang terlihat meningkat cukup signifikan.
Namun, hingga kini belum dapat dipastikan jenis infeksi yang menyebabkan munculnya keluhan tersebut.
“Memang ada lonjakan pasien dengan keluhan batuk pilek berulang dan meningkat cukup signifikan."
"Namun, kami belum bisa memastikan bahwa itu influenza A atau B karena harus melalui pemeriksaan laboratorium,” ujar Edi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 29 September 2026.
Ia menambahkan, pemeriksaan juga diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya infeksi Covid-19. Untuk memastikan Covid-19, diperlukan pemeriksaan PCR.
Saat ini, lanjut dia, fasilitas pemeriksaan tersebut belum tersedia di Kabupaten Kuningan dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat.
Batuk Pilek Bisa Bersifat Musiman
Dokter Edi menjelaskan, batuk dan pilek pada dasarnya merupakan keluhan yang kerap muncul secara musiman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase
