Daya Motor

Peran Satgas Dipertanyakan Di Tengah Isu Preman dan Calo Kerja, Begini Jawaban Tegas Bupati Majalengka

Peran Satgas Dipertanyakan Di Tengah Isu Preman dan Calo Kerja, Begini Jawaban Tegas Bupati Majalengka

Bupati Majalengka Eman Suherman. -Istimewa -Radarcirebon.com

MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM - Keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Premanisme di Kabupaten Majalengka kembali menjadi perhatian publik.

Isu praktik percaloan tenaga kerja hingga dugaan eksploitasi anak yang bekerja di lingkungan pabrik memunculkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Majalengka Drs H Eman Suherman MM menegaskan bahwa Satgas premanisme masih ada dan telah diperintahkan langsung untuk dibentuk serta dijalankan.

Satgas tersebut difokuskan untuk menangani persoalan-persoalan krusial yang berdampak langsung pada perlindungan masyarakat, khususnya anak-anak yang diduga bekerja secara tidak semestinya di sektor industri.

BACA JUGA:Pasukan Berseragam Lengkap Siaga di Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon, Ada Juga yang Berpakaian Preman

Namun demikian, Bupati mengakui hingga saat ini belum menerima laporan yang jelas dan terverifikasi terkait siapa yang menjadi korban maupun siapa pelaku dari dugaan praktik tersebut.

"Jangan hanya menjadi wacana. Jangan hanya menyerah pada keadaan karena tidak ada yang berani bicara." 

"Kita sudah punya Satgas, sudah saya perintahkan, bahkan sudah didukung dengan operasional," tegas Bupati.

Meski Satgas telah dibentuk dan difasilitasi, Bupati menyampaikan bahwa hasil konkret di lapangan belum muncul ke permukaan. 

Kondisi ini mencerminkan kegelisahan pemerintah daerah (Pemda) terhadap fenomena sosial yang sering dibicarakan.

BACA JUGA:Bupati Majalengka Ingatkan Pengelola MBG: Fokus Gizi Anak, Bukan Cari Untung

BACA JUGA:Bupati Majalengka Pastikan Harga Pangan Aman Jelang 2026, Ini yang Akan Dilakukan

Bupati Eman Suherman menjelaskan bahwa penindakan tegas tidak dapat dilakukan tanpa kejelasan data dan keberanian untuk melapor. Ia mengaku sampai saat ini minim laporan resmi dan data yang dapat ditindaklanjuti.

"Siapa korbannya, siapa pelakunya. Kalau datanya jelas, biar saya sikat," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait