Daya Motor

Majalengka Jadi Magnet Investor, PMA dan PMDN Capai Rp3,36 Triliun

Majalengka Jadi Magnet Investor, PMA dan PMDN Capai Rp3,36 Triliun

Bupati Eman Suherman mengatakan, masuknya investasi sebesar Rp3,36 triliun menunjukkan Majalengka semakin dipercaya investor.-Baehaqi-Radar Cirebon

RADARCIREBON.COMIklim investasi di Kabupaten Majalengka terus menunjukkan tren positif. 

Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di daerah ini menembus angka Rp3,36 triliun.

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Majalengka.

Berdasarkan data dari 2.198 Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), total realisasi investasi di Kabupaten Majalengka tercatat mencapai Rp3.364.801.621.234. 

BACA JUGA:Kasus Korupsi Gedung Setda Cirebon Jalan di Tempat? Kuasa Hukum Singgung Peluang Azis Bebas

BACA JUGA:Laporan Palsu hingga Urusan Sepele, Damkar Minta Masyarakat Bijak Gunakan Layanan Darurat

Angka ini menyumbang sekitar 1,13 persen dari total realisasi investasi Provinsi Jawa Barat yang mencapai Rp296,82 triliun pada periode yang sama.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyebut capaian tersebut sebagai bukti nyata bahwa daya saing ekonomi daerah semakin menguat di tengah ketatnya persaingan antarwilayah. 

Menurutnya, masuknya investasi dalam jumlah besar tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Masuknya investasi sebesar Rp3,36 triliun menunjukkan Majalengka semakin dipercaya oleh investor. Ini sejalan dengan semangat pembangunan Majalengka Langkung Sae, di mana pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Eman, Senin (2/2/2026).

BACA JUGA:Perdana, 1.501 Paket MBG Dibagikan di SMPN 1 Kota Cirebon untuk Siswa dan Guru

BACA JUGA:Lupa Matikan Tungku Usai Memasak, Rumah Warga Suranenggala Cirebon Ludes Terbakar

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Majalengka tidak hanya berfokus pada besarnya nilai investasi, tetapi juga pada kualitas investasi yang masuk. 

Investasi yang diharapkan adalah yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta memperkuat sektor-sektor strategis yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait