Diskominfo Jabar Perkuat KIM untuk Tangkal Hoaks, Judi Online, dan Pinjol hingga Tingkat Desa
Diskominfo Jabar menggelar workshop bertajuk “KIM Peduli Digital” yang digelar di Politeknik Mardira Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, Selasa 2 Juni 2026.-Ono Cahyono-RADARCIREBON.COM
MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus memperkuat upaya peningkatan literasi digital masyarakat di tengah derasnya arus informasi yang berkembang di era digital.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperkuat peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai garda terdepan dalam menangkal hoaks, disinformasi, judi online, hingga berbagai bentuk kejahatan digital yang semakin marak.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan workshop bertajuk “KIM Peduli Digital” yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar di Politeknik Mardira Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, Selasa 2 Juni 2026.
BACA JUGA:Diskominfo Cirebon Gelar Bimtek Pusdatin, Perkuat Tata Kelola Data Pembangunan di Kecamatan
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih cakap digital, kritis terhadap informasi, serta mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar, Taufik Hidayat, yang hadir sebagai narasumber menegaskan bahwa keberadaan KIM saat ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah revolusi informasi yang berkembang sangat cepat.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membuat informasi bergerak dalam hitungan detik. Kondisi tersebut memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan serius berupa penyebaran informasi palsu yang sulit dikendalikan.
Karena itu, diperlukan wadah yang berada dekat dengan masyarakat untuk membantu melakukan penyaringan informasi sebelum dikonsumsi publik.
"Kami berharap Komunitas Informasi Masyarakat ini bisa benar-benar terbentuk di seluruh Jawa Barat, mulai dari tingkat kabupaten dan kota, kecamatan, hingga desa.”
“KIM harus menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menjadi garda terdepan dalam memberikan literasi digital," ujar Taufik.
Ia menilai pemerataan pembentukan KIM menjadi langkah penting karena masih banyak masyarakat yang rentan menjadi korban berbagai aktivitas ilegal berbasis digital.
Menurut Taufik, Jabar saat ini masih menghadapi persoalan serius terkait tingginya penggunaan judi online dan maraknya praktik pinjaman online yang tidak sehat.
Selain itu, penyebaran hoaks di berbagai platform media sosial juga masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

