El Nino 2026 Ancam Majalengka, Puluhan Desa Diprediksi Kekurangan Air Bersih
Kekeringan ancam 30 desa di Kabupaten Majalengka akibat El Nino. -Freepik-
MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten MAJALENGKA merilis puluhan desa terancam krisis air bersih memasuki El Nino tahun ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, H Agus Tamim ST MSi menyebutkan sebanyak 30 desa tersebar di 14 kecamatan diprediksi berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
"Hal ini berdasarkan informasi dari BMKG, BPBD Provinsi Jawa Barat, serta data kejadian kekeringan pada tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya, Minggu 5 Juli 2026.
BACA JUGA:Antisipasi El Nino dan Kemarau, BBWS Perkuat Distribusi Air di Wilayah Ciayumajakuning
Agus menyebutkan desa yang masuk dalam daftar potensi rawan kekeringan yakni Desa Bantrangsana, Jatisawit dan Jatipamor di Kecamatan Panyingkiran.
Desa Heuleut dan Cipaku di Kecamatan Kadipaten, Desa Jatitujuh, Babajurang, Putridalem, serta Pilangsari di Kecamatan Jatitujuh.
Kemudian, Desa Girimukti dan Gandasari di Kecamatan Kasokandel, Desa Mekarmulya dan Mekarjaya di Kecamatan Kertajati, Kelurahan Cicurug, Cijati, Desa Cibodas, dan Sidamukti di Kecamatan Majalengka.
Desa Cisambeng di Kecamatan Palasah, Desa Tenjolayar dan Baribis, Kelurahan Cigasong, dan Simpeureum di Kecamatan Cigasong.
Disamping itu terdapat Desa Sadawangi dan Mekarwangi di Kecamatan Lemahsugih, Desa Paningkiran dan Garawangi di Kecamatan Sumberjaya.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem El Nino Godzilla Berdampak pada Nelayan Cirebon, Hasil Tangkapan Menurun
Desa Leuwimunding di Kecamatan Leuwimunding, Desa Bantarujeg di Kecamatan Bantarujeg, Desa Kedungsari di Kecamatan Ligung, serta Desa Karanganyar di Kecamatan Dawuan.
Agus Tamim mengatakan, wilayah yang diprediksi rawan kekeringan tersebar di Kecamatan diantaranya Panyingkiran, Kadipaten, Jatitujuh, Kasokandel, Kertajati, Majalengka, Palasah, Cigasong, Lemahsugih, Sumberjaya, Leuwimunding, Bantarujeg, Dawuan, hingga Ligung.
"Untuk mengurangi dampak kekeringan, kami (BPBD) telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, baik terhadap kebutuhan air bersih masyarakat maupun sektor pertanian," bebernya.
Upaya tersebut, kata Agus, yakni melalui komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

