Daya Motor

Menkeu: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

Menkeu: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa -Istimewa-radarcirebon

JAKARTA, RADARCIREBON.COM — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa perekonomian Indonesia tetap kokoh di tengah ketidakpastian global.

Ketangguhan tersebut tercermin dari sejumlah indikator makroekonomi hingga akhir kuartal IV 2025 yang masih menunjukkan kinerja positif.

Pertama, inflasi Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 2,92 persen (year-on-year). Menurut Purbaya, angka tersebut masih tergolong stabil dan berada dalam sasaran inflasi pemerintah yaitu 1,5–3,5 persen.

Kedua, kinerja perdagangan luar negeri Indonesia juga tetap solid. Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$38,5 miliar sepanjang Januari–November 2025, atau meningkat 31,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Kulit Kusam, Cepat Lelah, dan Tanda Usia Muncul Lebih Cepat? Banyak yang Baru Sadar Setelah Rutin Minum Ini

“Ini laju pertumbuhan yang amat tinggi. Makanya saya bilang, meskipun kondisi global gonjang-ganjing, ternyata kinerja trade balance kita amat baik. Harusnya, sisi global ke kita tidak negatif, malah cenderung positif,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (8/1).

Ketiga, indikator ketangguhan ekonomi juga terlihat dari sektor manufaktur. Indeks manufaktur Indonesia tercatat di level 51,2 poin pada Desember 2025, menandakan bahwa sektor tersebut masih berada di fase ekspansi.

Menurut Purbaya, hal ini cukup menggembirakan mengingat kinerja manufaktur yang ekspansif umumnya sejalan dengan perbaikan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Keempat, sentimen positif terhadap perekonomian Indonesia tercermin dari tren penurunan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) bertenor 10 tahun. Ia menyebut, yield SBN 10 tahun berada di level 6,01 persen pada akhir 2025, turun signifikan dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar 7,02 persen.

BACA JUGA:Pemkab Belum Memaksimalkan Peran Gapenai Gapenai Serahkan Bantuan Untuk Anak Disabilitas

Sebagai catatan, yield SBN mencerminkan persepsi risiko terhadap instrumen pembiayaan negara. Jika yield semakin turun, maka itu menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi domestik semakin meningkat.

“Ini cukup menggembirakan. Artinya, surat utang kita semakin dipercaya oleh pasar, sehingga yield-nya bisa turun,” imbuhnya.

Indikator terakhir, lanjut Purbaya, terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus menguat sejak awal kuartal IV 2025. IHSG bahkan menutup akhir tahun di level 8.646,9 poin, atau naik 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Jadi, dari sisi sentimen investor, baik domestik maupun asing, kepercayaan terhadap perekonomian kita sudah kembali. Itu karena mereka melihat pemerintah bekerja serius dan dampaknya ke perekonomian mulai terlihat,” tutup Purbaya.

BACA JUGA:Bawa Samurai dan Cerulit, 7 Anggota Geng Motor Diamankan Polsek Pabuaran

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: