Daya Motor

Kisah Eni di Klaten: Usaha Telur Rumahan Naik Kelas Berkat Program MBG

Kisah Eni di Klaten: Usaha Telur Rumahan Naik Kelas Berkat Program MBG

Eni Melani (31), warga Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah (Jateng) seorang peternak ayam petelur rumahan yang usahanya merangsek naik berkat adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).-Bakom RI-

Kondisi tersebut membuat penjualan tidak selalu stabil. Kini, dengan adanya MBG, proses distribusi menjadi lebih efisien dan terarah.

BACA JUGA:Pemerintah Percepat PSEL, 3 Kota Mulai Implementasi Proyek Sampah Jadi Listrik

Namun demikian, ia juga mengungkapkan kekhawatiran apabila program tersebut tidak berjalan lama. 

“Kalau di stop, ya saya bingung lagi. Harus kembali ke nol lagi. Saya harus jual ke tetangga. Saya nawarin lagi. Saya harus ke mana-mana, ke warung,” tuturnya.

Lebih dari sekadar dampak ekonomi, Eni menilai program MBG juga memberikan manfaat besar bagi pemenuhan gizi anak-anak. 

“Pak Prabowo terima kasih sudah mengasih program MBG ke anak-anak supaya anak-anak bisa sehat, makan."

"Kalau pagi-pagi kan langsung makan bersama. Kalau di rumah kadang makan, ada yang tidak, kan kasihan,” ucapnya.

Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut agar manfaatnya dirasakan secara luas, baik oleh anak-anak maupun pelaku usaha kecil seperti dirinya. 

“Jadinya kalau bisa (MBG, red) diadakan terus, enggak usah di stop,” pungkas Eni.

Ke depan, Eni berencana meningkatkan kapasitas usahanya seiring meningkatnya kebutuhan dari program MBG. 

Saat ini, ia memelihara sekitar 200 ekor ayam petelur dengan produksi 8–9 kilogram telur per hari (sekitar 16–17 butir per kilogram) dan baru mampu menyuplai satu dapur MBG di sekitar tempat tinggalnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait