Daya Motor

Prabowo Boros karena Sering ke Luar Negeri? Istana Jawab Kritik Dino Patti Djalal dan Tegaskan Asas Manfaat

Prabowo Boros karena Sering ke Luar Negeri? Istana Jawab Kritik Dino Patti Djalal dan Tegaskan Asas Manfaat

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari.-Anisha Aprilia-Disway.id

RADARCIREBON.COM – Polemik mengenai frekuensi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri kembali menjadi sorotan publik. 

Kritik yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait intensitas lawatan Presiden memicu berbagai tanggapan, termasuk dari pemerintah.

Dino menilai perjalanan luar negeri Presiden yang cukup sering berpotensi membebani anggaran negara. 

Bahkan, ia memberikan lima saran khusus agar aktivitas diplomasi Indonesia dapat dilakukan dengan lebih efisien tanpa mengurangi substansi hubungan internasional.

BACA JUGA:Tujuan Presiden Prabowo ke Prancis, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis

BACA JUGA:Wow! Sapi Bantuan Presiden Prabowo di Cirebon Tembus 1.062 Kg Jelang Iduladha 2026

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan bahwa seluruh kebijakan luar negeri Presiden Prabowo selalu berlandaskan pada asas manfaat bagi Indonesia.

Menurut Qodari, setiap keputusan terkait kunjungan luar negeri telah melalui pertimbangan matang dengan tujuan utama memperjuangkan kepentingan nasional.

“Yang menjadi prioritas Presiden adalah manfaat yang bisa diperoleh bangsa dan negara dari setiap langkah diplomasi yang dilakukan,” ujar Qodari saat memberikan keterangan di Wisma Danantara, Minggu (31/5/2026).

Istana: Hasil Diplomasi Harus Jadi Ukuran

BACA JUGA:AC Milan Kehilangan Bintang Utama, Rafael Leao Resmi Pamit dari San Siro

BACA JUGA:Harga dan Spesifikasi Infinix HOT 70 di Indonesia, Punya NFC dan Fast Charging 45W

Qodari menjelaskan bahwa penilaian terhadap biaya perjalanan luar negeri tidak bisa hanya dilihat dari besarnya anggaran yang dikeluarkan. 

Menurutnya, publik juga perlu memperhatikan hasil konkret yang diperoleh Indonesia dari setiap kunjungan tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait