Daya Motor

Laznas PPPA Daarul Qur'an Salurkan Qurban untuk Driver Ojol Perempuan dan Kelompok Rentan

Laznas PPPA Daarul Qur'an Salurkan Qurban untuk Driver Ojol Perempuan dan Kelompok Rentan

Laznas PPPA Daarul Qur'an Salurkan Qurban untuk Driver Ojol Perempuan dan Kelompok Rentan-Laznas PPPA Daarul Qur'an-Radar Cirebon

TANGERANG, RADARCIREBON.COM — Di halaman Kantor Pusat Laznas PPPA Daarul Qur'an, Kamis pagi, suasana tak seperti biasanya. Tawa, sapa hangat, dan aroma daging qurban berbaur dengan semangat gotong royong yang mengalir tanpa dikomando.

Hari ini bukan hari kerja biasa. Hari ini adalah hari di mana para perempuan pejuang jalanan itu — yang setiap hari mengantarkan pesanan orang lain — akhirnya menjadi yang diantarkan.

Helm, Keringat, dan Dua Anak yang Harus Dimakan

Direktur Laznas PPPA Daarul Qur'an, Dwi Kartika Ningsih, tidak duduk di kursi atau berdiri di podium. Beliau turun langsung — berjalan dari satu pengemudi ke pengemudi lain, menyerahkan paket daging qurban sambil menatap mata mereka dan benar-benar mendengarkan.

BACA JUGA: Update HP Terbaru 2026 Resmi Masuk Indonesia, Ini 10 Smartphone Baru dengan Baterai Jumbo dan Spek Gahar

Program bertajuk "Dari Perempuan untuk Perempuan" ini lahir dari satu kegelisahan sederhana: perempuan-perempuan tangguh yang setiap hari mengais rezeki di jalanan sering kali luput dari perhatian di hari-hari besar.

"Mereka berangkat pagi, pulang sakit. Hujan, panas, tetap jalan. Di balik helm itu ada anak yang harus disekolahkan, orang tua yang harus dinafkahi. Hari ini, giliran kami yang menjaga mereka," ujar Dwi Kartika Ningsih.

"Biasanya Kami yang Mengantar. Baru Kali Ini Dapat Bagian."

Salah satu momen paling membekas datang dari Siti Aminah, 38 tahun, ibu dua anak asal Ciledug yang sudah empat tahun menjalani hidup sebagai driver ojek online. Saat menerima paket daging, ia tidak langsung memasukkannya ke dalam tas. Ia memeluknya — sebentar — memastikan ini nyata.

BACA JUGA: Tabel Angsuran KUR BRI 2026 Plafon Rp100 Juta untuk Modal UMKM, Cicilan Mulai Rp2 Jutaan per Bulan

"Biasanya kami yang mengantarkan pesanan qurban ke rumah orang. Baru kali ini dapat bagian. Rasanya… terharu," katanya, suaranya sedikit patah di kata terakhir. Kalimatnya sederhana. Tapi cukup untuk membuat siapa pun yang mendengarkan diam sejenak.

Bukan Sekadar Bagi-Bagi Daging

Yang membedakan kegiatan ini dari seremoni Pembagian biasa adalah momen-momen kecil di sela-selanya. Dwi Kartika Ningsih menyempatkan diri berbincang satu per satu dengan para driver — mendengar cerita mereka, menanyakan kabar keluarga, dan mendoakan mereka secara pribadi. Beberapa pengemudi bahkan menitipkan doa untuk keluarga dan para donatur yang tidak mereka kenal namun telah berbuat baik untuk mereka.

"Qurban bukan hanya tentang daging. Ini tentang memastikan tidak ada yang merasa terlupa di hari raya. Apalagi perempuan yang berjuang sendiri untuk keluarga," kata Dwi, sambil memeluk erat salah satu pengemudi di penghujung acara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait