Daya Motor

Empat Orang Meninggal Setiap Menit Akibat Penyakit Hati, Ini Pesan Penting Menkes

Empat Orang Meninggal Setiap Menit Akibat Penyakit Hati, Ini Pesan Penting Menkes

Peringatan Hari Kesehatan Hati Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyakit hati yang sering kali berkembang tanpa gejala dan luput dari perhatian.-Pixabay-

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Peringatan Hari Kesehatan Hati Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyakit hati yang sering kali berkembang tanpa gejala dan luput dari perhatian.

Mengusung tema “Solid Habits, Strong Liver”, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten sebagai langkah sederhana namun efektif dalam menjaga kesehatan hati.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan hati merupakan investasi jangka panjang yang berpengaruh besar terhadap kualitas hidup seseorang.

BACA JUGA:Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Tekan Angka Kematian Ibu dengan Ajarkan Yoga GCL

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyakit hati bukan sekadar istilah yang sering digunakan dalam konteks emosional, melainkan masalah kesehatan serius yang menjadi tantangan global.

Menurutnya, saat ini sekitar 300 juta orang di dunia hidup dengan penyakit hati kronis. Dari jumlah tersebut, sekitar 2 juta orang meninggal setiap tahun akibat berbagai komplikasi penyakit hati. Angka tersebut setara dengan empat kematian setiap menit di berbagai belahan dunia.

"Di Indonesia, penyebab utama penyakit hati antara lain infeksi virus hepatitis B, gangguan metabolisme akibat obesitas, serta konsumsi alkohol.”

“Meski konsumsi alkohol relatif rendah, obesitas akibat pola makan tinggi gula menjadi faktor risiko yang terus meningkat," ujar Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa perubahan pola hidup masyarakat modern menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus gangguan hati.

Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula yang tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup dapat menyebabkan penumpukan lemak pada hati dan memicu berbagai penyakit serius.

BACA JUGA:Kemenkes Pantau Ketat Kontak Erat Kasus Hantavirus di Jakarta, Masyarakat Diminta Tak Panik

Kemenkes mencatat sekitar 70 juta penduduk Indonesia pernah mengalami masalah hati kronis. Meski demikian, angka tersebut masih terus diperbarui seiring penguatan sistem data kesehatan nasional yang sedang dilakukan pemerintah.

Selain tingginya jumlah penderita, Menkes juga menyoroti keterbatasan layanan kesehatan untuk penanganan penyakit hati stadium lanjut.

Saat ini, layanan transplantasi hati di Indonesia masih terbatas dan baru tersedia di beberapa rumah sakit tertentu di Jakarta dan Yogyakarta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait