Daya Motor

Aktivitas Vulkanik Meningkat, Gunung Anak Krakatau Resmi Naik ke Level III Siaga

Aktivitas Vulkanik Meningkat, Gunung Anak Krakatau Resmi Naik ke Level III Siaga

Status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda resmi dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak Jumat 3 Juli 2026 kemarin. Ilustrasi: -esdm.go.id-

JAKARTA, RADARCIREBON.COMBadan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), sejak Jumat 3 Juli 2026 kemarin.

Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan signifikan aktivitas vulkanik dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan status ini menjadi sinyal bahwa aktivitas di dalam tubuh gunung api mengalami perkembangan yang perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat maupun pihak terkait.

BACA JUGA:Pesan Tegas Dedi Mulyadi untuk Desa: Lindungi Hutan, Gunung, dan Sawah

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, perubahan status Gunung Anak Krakatau didasarkan pada hasil pengamatan visual dan instrumental yang dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas pemantau gunung api.

Berbagai parameter pengamatan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang mengindikasikan pergerakan magma menuju permukaan.

Data pemantauan mencatat peningkatan jumlah gempa vulkanik yang cukup signifikan. Selain itu, terjadi perubahan deformasi atau perubahan bentuk tubuh gunung yang menunjukkan adanya tekanan dari dalam perut bumi.

“Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma menuju permukaan. Karena itu masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif sesuai radius yang telah direkomendasikan,” ujar Lana Saria di Jakarta, Jumat 3 Juli 2026.

Selain aktivitas kegempaan yang meningkat, hasil pemantauan menggunakan alat tiltmeter yang dipasang di sejumlah stasiun pengamatan juga memperlihatkan adanya gejala inflasi atau penggembungan tubuh gunung api.

BACA JUGA:Misteri Situs Megalitikum Gunung Ageung Majalengka Tarik Perhatian Peneliti

Fenomena inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting yang menunjukkan adanya akumulasi tekanan di dalam gunung akibat pergerakan magma dari kedalaman menuju bagian yang lebih dangkal.

Kondisi tersebut menjadi dasar pertimbangan Badan Geologi dalam menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level III atau Siaga.

Status ini menunjukkan bahwa aktivitas gunung api berada pada tingkat yang lebih tinggi dibanding sebelumnya dan berpotensi berkembang menjadi erupsi jika tekanan di dalam gunung terus meningkat.

Seiring dengan kenaikan status tersebut, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk masyarakat, nelayan, maupun wisatawan yang beraktivitas di sekitar kawasan Selat Sunda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait