Daya Motor

Anak Krakatau Kembali Aktif, PVMBG Naikkan Status Jadi Siaga dan Tetapkan Radius Bahaya 3 Km

Anak Krakatau Kembali Aktif, PVMBG Naikkan Status Jadi Siaga dan Tetapkan Radius Bahaya 3 Km

Peta kawasan rawan bencana Gunung Anak Krakatau-geologi.esdm.go.id-

SERANG, RADARCIREBON.COMAktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut membuat otoritas vulkanologi resmi menaikkan status gunung api tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Kenaikan status ini diumumkan setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan dan erupsi yang terjadi sejak Juni 2026.

BACA JUGA:Aktivitas Vulkanik Meningkat, Gunung Anak Krakatau Resmi Naik ke Level III Siaga

Dengan perubahan status tersebut, masyarakat maupun wisatawan diminta untuk tidak mendekati kawasan puncak kawah dalam radius tiga kilometer.

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, aktivitas vulkanik mulai mengalami peningkatan sejak 10 Juni 2026.

Sejumlah indikator kegunungapian menunjukkan tren yang terus meningkat dan menjadi perhatian petugas pemantau.

Dalam periode pengamatan tersebut, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami dua kali erupsi. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu dan material vulkanik berwarna cokelat pekat yang membumbung hingga sekitar 200 meter di atas puncak gunung.

Selain aktivitas erupsi, petugas juga merekam satu kali gempa tektonik jauh dan satu kali gempa tremor menerus.

Kedua jenis gempa tersebut menjadi salah satu indikator yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di dalam tubuh gunung api.

BACA JUGA:Terungkap Fakta Mengejutkan Mata Air Gunung Ciremai: Mayoritas Pemanfaat Tak Berizin

Meski status telah dinaikkan menjadi siaga, kondisi tersebut hingga saat ini belum memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Banten maupun Lampung.

Aktivitas transportasi laut dan udara di sekitar Selat Sunda juga masih berlangsung normal tanpa gangguan berarti.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, Anggi Nuryo Saputro, menjelaskan bahwa keputusan menaikkan status gunung didasarkan pada hasil evaluasi data vulkanik yang menunjukkan peningkatan aktivitas secara konsisten dalam beberapa hari terakhir.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: