Selat Sunda Diguncang Gempa Bumi Tektonik M 5.5, BMKG Ungkap Penyebab dan Dampaknya
Gempa Bumi Tektonik M 5.5 di Selat Sunda terjadi pada 8 Juli 2026.-BMKG-
RADARCIREBON.COM – Wilayah Selat Sunda diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu, 8 Juli 2026, dini hari.
Berdasarkan hasil analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo M 5.5 dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Peristiwa gempa terjadi pada pukul 02.44.55 WIB. Episenter gempa berada di laut pada koordinat 6,83 Lintang Selatan dan 105,04 Bujur Timur, atau sekitar 62 kilometer barat daya Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Sementara itu, pusat gempa berada pada kedalaman 43 kilometer.
BACA JUGA:Weton Pembawa Hoki Juli 2026, Primbon Jawa Sebut Rezeki Datang dari Berbagai Arah
BACA JUGA:Bambang Pacul Sindir Presiden Utus Ketua MPR ke Pemakaman Khamenei: Tidak Seperti Itu!
BMKG menjelaskan, hasil pemodelan yang dilakukan menunjukkan bahwa Gempa Bumi Tektonik M 5.5 di Selat Sunda, Tidak Berpotensi Tsunami.
Masyarakat pesisir diminta tetap tenang dan tidak perlu melakukan evakuasi akibat ancaman gelombang tsunami.
Gempa Dipicu Aktivitas Subduksi
Dari hasil analisis seismologi, gempa yang mengguncang Selat Sunda merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di wilayah tersebut.
Selain itu, mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan naik (thrust fault).
Jenis sesar ini memang umum terjadi pada kawasan pertemuan lempeng tektonik seperti di sekitar Selat Sunda.
BMKG menegaskan bahwa karakteristik gempa tersebut sesuai dengan kondisi tektonik yang aktif di wilayah Indonesia, khususnya di sepanjang zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

