Selat Sunda Diguncang Gempa Bumi Tektonik M 5.5, BMKG Ungkap Penyebab dan Dampaknya
Gempa Bumi Tektonik M 5.5 di Selat Sunda terjadi pada 8 Juli 2026.-BMKG-
Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah
Berdasarkan peta guncangan atau shakemap BMKG, gempa dirasakan cukup kuat di beberapa daerah di Provinsi Banten.
Di wilayah Sumur, intensitas gempa mencapai IV MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
Pada skala ini, pintu dan jendela dapat berderik, dinding berbunyi, bahkan benda-benda rapuh seperti gerabah berpotensi pecah.
Sementara itu, di Pandeglang, intensitas gempa tercatat III MMI. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan memberikan sensasi seperti ada truk besar yang melintas di sekitar lokasi.
BACA JUGA:Miris! ASN Jawa Barat Diduga Transaksi Judi Online hingga Rp800 Juta Setahun
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Belum Ada Gempa Susulan
BMKG juga menyampaikan bahwa hasil pemantauan hingga pukul 03.05 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
Meski kondisi relatif aman, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa berikutnya, mengingat Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang memiliki aktivitas seismik cukup tinggi.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya atau isu yang belum terverifikasi.
Selain itu, warga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat guncangan hingga dipastikan aman oleh pihak berwenang.
Untuk memperoleh informasi resmi terkait perkembangan gempa bumi, masyarakat diharapkan hanya mengakses kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, media sosial yang telah terverifikasi, maupun aplikasi resmi BMKG.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

