Daya Motor

Operasi Spam Judi Online Makin Masif, Komdigi Ungkap Influencer Daerah Jadi Target Utama

Operasi Spam Judi Online Makin Masif, Komdigi Ungkap Influencer Daerah Jadi Target Utama

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan pola penyebaran spam judol yang terus berkembang dengan strategi lebih agresif. -komdigi.go.id-

BACA JUGA:Murah Tapi Nggak Murahan! Ini Pilihan HP POCO Rp1 Jutaan dengan Spek Kencang, Baterai 6000 mAh, Fitur Lengkap

Menyebar ke Berbagai Platform Media Sosial

Hasil analisis Komdigi menunjukkan Instagram dan TikTok menjadi platform yang menerima volume serangan tertinggi. Hal ini dipengaruhi tingginya jumlah kreator konten aktif di kedua platform tersebut.

Sementara itu, Facebook, X, dan YouTube juga mulai mengalami pola serangan serupa. 

Adapun Threads hingga kini belum menjadi sasaran utama karena jumlah pengguna aktifnya dinilai masih lebih kecil dibanding platform lainnya.

BACA JUGA:30 Santri dari 15 Desa Ikuti MTQH Tingkat Kecamatan Jatibarang

BACA JUGA:Curahan Hati Nelayan Citemu: Cuaca Sudah Bersahabat, Tapi Hasil Tangkapan Seret

Komdigi sebelumnya telah mengidentifikasi penggunaan akun-akun tidak autentik yang dikendalikan mesin otomatis atau bot. 

Akun tersebut menyebarkan komentar promosi judi online secara berulang dengan berbagai variasi kata kunci dan tagar agar lolos dari sistem moderasi otomatis platform digital.

Bot dari Luar Negeri Dikendalikan Jaringan Agen

Alexander mengungkapkan, Operasi Spam judi online dijalankan menggunakan jaringan bot yang berasal dari India dan Brasil. 

Seluruh aktivitas tersebut dikendalikan oleh jaringan agen warga negara Indonesia yang menjadi bagian dari ekosistem white-label.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, terdapat lebih dari 138 agen aktif yang diduga terlibat dalam penyebaran promosi judi online di berbagai platform digital.

Komdigi juga mengingatkan bahwa potensi peningkatan aktivitas spam masih cukup tinggi, terutama selama penyelenggaraan Piala Dunia yang berlangsung hingga 19 Juli 2026. 

Momentum tersebut diperkirakan dimanfaatkan pelaku untuk meningkatkan penyebaran promosi judi online kepada masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait