Daya Motor

BMKG: El Nino Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, Musim Kemarau Makin Panjang dan Kering

BMKG: El Nino Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, Musim Kemarau Makin Panjang dan Kering

Logo BMKG--

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino masih akan berlangsung hingga kuartal pertama 2027.

Bahkan, intensitasnya berpotensi mencapai kategori kuat sehingga dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada musim kemarau 2026 yang berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.

BACA JUGA:Belum Puncak, El Nino Kali Ini Lebih Kuat Dibanding 2023, Kekeringan Parah Bakal Landa Indonesia

Situasi ini juga meningkatkan potensi terjadinya kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa puncak musim kemarau tahun 2026 diprediksi terjadi pada Agustus hingga September.

Menurutnya, sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia akan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus.

Sementara pada September, puncak kemarau diperkirakan masih terjadi di sekitar 25,41 persen wilayah daratan.

Selain itu, BMKG memperkirakan sebanyak 437 zona musim, atau sekitar 48,77 persen wilayah Indonesia, akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dan berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.

"Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang di hampir separuh wilayah Indonesia. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian seluruh pihak karena berpotensi meningkatkan risiko kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan," ujar Teuku Faisal, Kamis 30 Juli 2026.

BMKG menyebutkan bahwa dampak El Nino dapat mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah sehingga ketersediaan air bersih, sektor pertanian, hingga ekosistem hutan berpotensi terdampak apabila tidak diantisipasi sejak dini.

BACA JUGA:El Nino Ancam Pertanian Majalengka, Bupati Eman Suherman Ungkap Solusi Selamatkan Sawah Petani

Meski demikian, terdapat kabar baik. BMKG memprediksi hujan dengan intensitas cukup tinggi mulai turun di beberapa wilayah Indonesia pada Oktober hingga November 2026.

Curah hujan tersebut diharapkan mampu membantu mengurangi dampak kekeringan yang terjadi selama puncak musim kemarau sekaligus menekan potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait