Daya Motor

Kerusakan Akibat Gempa NTT, Sejumlah Bangunan Rusak, Ribuan Warga Mengungsi

Kerusakan Akibat Gempa NTT, Sejumlah Bangunan Rusak, Ribuan Warga Mengungsi

Kerusakan akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 16, Agustus 2026, menyebabkan ribuan warga mengungsi.-Foto: Istimewa-RADARCIREBON.COM

RADARCIREBON.COM - Gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan, Sabtu, 15, Agustus 2026.

Sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa berkekuatan 7,7 magnitudo tersebut.

Selain itu, sejumlah korban meninggal dunia, dan ribuan warga mengungsi secara mandiri di berbagai wilayah terdampak.

Para korban yang meninggal dunia itu di antaranya berasal dari Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.

BACA JUGA:Gempa Besar M 7,7 Guncang Flores: Peringatan Tsunami Berakhir, Ancaman Longsor Mengintai

Jumlah korban tewas akibat gempa di Kabupaten Nagekeo itu diprediksi akan terus bertambah.

Warga Manggarai, Saverinus Gordius Madur mengungkapkan, banyak warga sedang beraktivitas ketika gempa terjadi.

Salah satunya adalah kerabatnya yang menjadi pastor. Saat gempa terjadi, kerabatnya sedang memimpin doa.

“Kakakku yang pastor juga di daerah itu. Pas dia lagi pimpin doa, gempa datang dan dia langsung lari ke arah bukit bersama para jemaatnya,” kata Madur, mengabarkan kepada radarcirebon.com, Sabtu sore 15, Agustus 2026.

BACA JUGA:Mensesneg: Pemerintah Pusat Siagakan Bantuan Tangani Dampak Gempa NTT

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan BMKG mengidentifikasi bahwa gempa bumi dangkal berkedalaman 15 km ini bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

Hasil analisis pemutakhiran parameter menunjukkan episenter gempa bumi berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau tepatnya 30 km arah timur laut Nagekeo, NTT.

Adapun masyarakat yang merasakan dampak guncangan gempa tersebut dalam beberapa tingkat skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI).

Skala V MMI (membangunkan banyak orang tidur dan terasa oleh hampir semua penduduk): berdampak pada masyarakat di Kota Ende, Kota Borong, serta Kota Ruteng dan Skala VI MMI (mengejutkan semua penduduk hingga berlari keluar): berdampak pada masyarakat di Wolowae (Kabupaten Nagekeo) dan Kota Bajawa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait