Pertalite Terancam Lewati Kuota 2026, Bahlil Ungkap Dampak Kenaikan Harga Pertamax
Pembelian Pertalite di Cirebon sejak harga Pertamax naik semakin panjang. -Khoerul Anwarudin-Radarcirebon.com
JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Pemerintah masih menghitung potensi peningkatan konsumsi Pertalite yang dikhawatirkan melampaui kuota penyaluran yang telah ditetapkan dalam APBN 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan perhitungan tersebut masih dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan pola konsumsi masyarakat setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan.
“Kami tetap menghitung potensi kelebihannya berapa,” ujar Bahlil seusai mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 31 Agustus 2026.
BACA JUGA:Harga BBM Pertamina Turun Jumat 21 Agustus 2026, Pertamax hingga Pertamax Turbo Lebih Murah
Salah satu faktor yang menjadi perhatian pemerintah adalah adanya peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Pertamax merupakan BBM nonsubsidi, sedangkan Pertalite masuk dalam kategori BBM bersubsidi.
Perubahan pola konsumsi itu terjadi setelah harga Pertamax mengalami kenaikan pada 10 Juni 2026.
Saat itu, harga Pertamax naik cukup signifikan dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.
Kemudian, harga tersebut kembali mengalami penyesuaian pada 1 Agustus 2026 menjadi Rp15.950 per liter.
Kenaikan harga Pertamax tersebut diduga mendorong sebagian masyarakat beralih menggunakan Pertalite.
Kondisi itu kini menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan pemerintah dalam memproyeksikan kebutuhan Pertalite hingga akhir tahun.
Meski konsumsi meningkat, Bahlil memastikan pemerintah belum berencana menaikkan harga Pertalite.
BACA JUGA:Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026, Ini Penjelasan Bahlil
Ia menegaskan harga BBM bersubsidi tersebut akan dipertahankan di level Rp10.000 per liter hingga Desember 2026.
“Apa pun yang terjadi, saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi itu tidak akan kami naikkan sampai dengan Desember 2026, sambil kita melihat perkembangan global,” kata Bahlil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

