Daya Motor

Kemenbud Luncurkan 5 Jilid Buku Sejarah Indonesia, Hadirkan Perspektif Indonesia-Sentris

Kemenbud Luncurkan 5 Jilid Buku Sejarah Indonesia, Hadirkan Perspektif Indonesia-Sentris

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon-Kementerian Kebudayaan-

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) memperkenalkan lima jilid awal buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global.

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya memperbarui historiografi nasional dengan cakupan yang lebih luas dan perspektif Indonesia-sentris.

Lima jilid buku tersebut diperkenalkan dalam Taklimat Media yang digelar Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi di Graha Utama Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin 31 Agustus 2026.

BACA JUGA:Sukses Ubah Gudang Pelabuhan Jadi Ruang Seni, Kemenbud Ungkap Misinya Gelar FKSM 2025 di Cirebon

Buku ini sebelumnya telah diperkenalkan kepada publik pada 14 Desember 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Sejarah.

Sejak peluncuran awal tersebut, tim penyusun melakukan penyempurnaan dari sisi teknis penerbitan. Langkah itu dilakukan agar keseluruhan seri buku memiliki format yang konsisten, mudah digunakan, sekaligus nyaman dibaca.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan karya tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan pembaruan terhadap penulisan sejarah Indonesia.

Menurut Fadli, buku tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk menghadirkan catatan mengenai masa lalu, tetapi juga mengajak masyarakat melihat sejarah secara lebih kritis.

“Sejarah bukan lagi sekadar hafalan tanggal, nama, tokoh, namun instrumen untuk mengasah nalar kritis, memahami akar persoalan kontemporer, dan memetakan arah masa depan bangsa melalui ruang dialog yang sangat terbuka,” kata Fadli.

Menggunakan Perspektif Indonesia-Sentris

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyusunan buku tersebut adalah penggunaan perspektif Indonesia-sentris.

Pendekatan itu menempatkan Indonesia sebagai subjek dalam melihat perjalanan sejarahnya sendiri, bukan sekadar objek dari narasi yang dibangun berdasarkan sudut pandang kekuatan asing.

BACA JUGA:George Edwin Sugiharto Dampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon Kunjungi Situs Sejarah di Cirebon dan Kuningan

Fadli menjelaskan, penyusunan buku juga mengintegrasikan berbagai hasil penelitian terbaru.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait