Dikritik, Pembangunan Data Center AI di Jatiluhur, Bisa Ganggu Kebutuhan Air Warga Jakarta
Pembangunan data center AI di dekat Waduk Jatiluhur menuai kritik. Kebutuhan air fasilitas ini memicu kekhawatiran soal pasokan air Jakarta. Foto ilustrasi-DC Stidio-Freepik
RADARCIREBON.COM – Banyak yang mengritik pembangunan data center Artificial Intelligence (AI) di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Penyebabnya lantaran pusat data kecerdasan buatan tersebut boros dalam penggunaan air.
Akibatnya bisa mempengaruhi suplai air dari waduk tersebut, terutama ke warga Jakarta dan sekitarnya.
Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah meresmikan data center AI.
BACA JUGA:Tabungan Rekening Harian vs Rekening Pokok: Begini Cara Membatasi Pengeluaran
BACA JUGA:Perlukah Upgrade ke Laptop AI 2026? Ini Fitur dan Spesifikasi yang Perlu Diperhatikan
Pusat data teknologi yang membuat mesin atau bisa berpikir, belajar, dan menyelesaikan masalah layaknya manusia, dibangun dekat dengan kawasan Jatiluhur.
Tepatnya di di sekitar Jl Ir H Juanda, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Atau hanya sekitar 5 km dari Waduk Jatiluhur.
Area ini dipilih menjadi pusat infrastruktur digital dan data center karena dekat dengan pasokan energi dan sumber daya air dari wilayah sekitar Waduk Jatiluhur.
Di kawasan ini akan dibangun beberapa fasilitas. Di antaranya BDx Data Centers (CGK4/AI Campus 2). Berupa kompleks pusat data berbasis kecerdasan buatan berskala besar.
BACA JUGA:Dinsos Kota Cirebon Dorong Perekrutan Agen Perlinsos untuk Perkuat Data Penerima Bansos
Soal rencana pembangunan data center tersebut ramai mendapatkan penolakan di media sosial. Salah datang dari Mas Hara.
Penggiat media sosial ini secara terbuka mengaku tidak suka dengan kepemimpinan Gubernur Jabar yang akrab disapa KDM tersebut.
Salah satu ketidaksukaannya adalah karena dia melakukan groundbreaking proyek yang 75 persen keuntungannya mengalir ke entitas asing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
