Dilantik Jadi Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan: Komunikasi Alat Persatuan Nasional

Dilantik Jadi Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan: Komunikasi Alat Persatuan Nasional

Kepala Badan Komunikasi (Bakom RI), Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom RI, Fadli Hartono saat sesi door stop untuk dilantik Presiden RI, Prabowo Subianto.-Foto: Setpres-radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM - Syahganda Nainggolan resmi dilantik Presiden RI, Prabowo Subianto menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).

Sementara Fadli Hartono akan menjadi wakil kepala Bakom RI yang membantu tugas komunikasi pemerintah.

Syahganda Nainggolan mengaku yakin kerjasama dengan Fadli akan berjalan dengan baik. Apalagi, mereka berdua sudah saling mengenal satu sama lain.

"Saya percaya anak-anak muda. Saya mempercayai wakil saya untuk mengambil porsi yang sangat besar," kata Syahganada Nainggolan, Jumat, 2, Oktober 2026.

BACA JUGA:Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Jabar Wantimpres

Dalam sesi door stop dengan wartawan, Syahganda Nainggolan mengaku mendapat arahan dari Presiden RI, Prabowo Subianto yakni mengenai peran komunikasi pemerintah sebagai pemersatu.

"Arahan presiden adalah bagaimana caranya komunikasi ini menjadi alat persatuan nasional," tandasnya.

Dia menyadari, tugas ini tidak akan mudah dengan tantangan kecerdasan buatan (AI) hingga algoritma yang mempengaruhi aspek komuniksai di ruang digital.

"Tantangan komunikasi sekarang adalah algoritma. Kemudian AI. Kita akan masuk juga ke sana," tuturnya.

BACA JUGA:Sekda Apresiasi Tugu Udang Dari Knalpot

Bakom RI, kata dia, juga akan membentuk tim khusus untuk mempelajari bagaimana algoritma dan kecerdasan buatan bekerja. Sehingga dapat memberikan output komunikasi yang diharapkan.

"Kita akan membentuk tim khusus, mempelajari bagaimana algoritma bisa merusak atau memberi Jarak antara pikiran presiden dengan masyarakat," katanya.

Meski melakukan pemanfaatan teknologi digital dan algoritma, komunikasi pemerintah juga akan tetap menggandeng media sebagai salah satu instrumen dialog.

"Selain dibantu teman-teman media, kita juga memikirkan itu ke depan. Intinya bangsa itu kalau narasi, kita merujuk buku Sapiens bagaimana peradaban itu berkembang, intinya kan narasi," paparnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait