Iktikaf, Raih Malam Lailatul Qadar

Iktikaf, Raih Malam Lailatul Qadar

KEJAKSAN - Fenomena iktikaf bagi umat Islam, merupakan sesuatu hal yang wajar, terutama di bulan Ramadan. Biasanya, di masjid-masjid besar selalu dijadikan tempat iktikaf oleh sebagian kaum muslimin. Dalam beriktikaf kaum muslimin mengamalkan ibadah sunah seperti membaca Alquran, salat sunah malam, dan berzikir. Bagi masyarakat yang beriktikaf di masjid, selain menambah amal ibadah sunah di bulan Ramadan, juga berharap mendapat pahala malam Lailatul Qadar. Menurut Ketua Attaqwa Center, Ahmad Yani MAg, fenomena iktikaf merupakan bukti nyata bahwa umat Islam memiliki spiritualitas yang baik. Mereka mampu memahami rahasia-rahasia Allah SWT di bulan suci Ramadan. Termasuk rahasia-rahasia di 10 hari terakhir di bulan suci Ramadan. Keyakinan tersebut, kata Yani, tentunya didasari oleh tuntutan agama Islam, baik melalui Alquran maupun Alhadis. \"Tentunya ini fenomena yang baik di bulan Ramadan,\" ucapnya. Hal ini juga, sambung Yani, berdasarkan perintah agama untuk menyempurnakan puasa sampai malam hari. Di antaranya melakukan qiyamul lail (ibadah sunah malam) dan iktikaf di 10 hari terakhir. \"Ini juga menjadi puncak kebermaknaan ibadah puasa, menuju hari yang fitri,\" ucapnya. Karena itu, umat Islam jangan melewatkan kesempatan tersebut. Karena belum tentu bisa bertemu di bulan Ramadan yang akan datang. \"Ini anugerah yang besar dari Allah kepada umatnya,\" tambahnya. Sedangkan menurut Ustad Iwan Adi Sucipto Pattiwael, ibadah iktikaf lebih baik dilakukan di awal hingga akhir Ramadan. “Sebab kita tak tahu kapan Lailatul Qadar itu turun. Namun, ada sebagian pendapat ulama bahwa Lailatu Qadar itu turun di malam-malam ganjil. Ada yang bilang di sepuluh hari terakhir. Tujuan iktikaf sendiri untuk mencari keutamaan di bulan Ramadan. Yakni dengan memperbanyak berdiam diri di masjid dengan melakukan zikir, tadarus Alquran, dan melakukan salat malam,” tuturnya. Namun umat Islam boleh memilih mau melakukan metode seperti apa. Yang pasti, kata Iwan, iktikaf dalam pengertian ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah di bulan Ramadan. Berharap mendapatkan keutamaan pahala Lailatul Qadar, yakni malam yang lebih baik dari seribu bulan. \"Kita hendaknya belajar untuk memanfaatkan bulan Ramadan dengan ibadah dan ibadah,\" jelasnya. (jml)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: