Sekda Definitif Ditetapkan Akhir Tahun

Sekda Definitif Ditetapkan Akhir Tahun

KEJAKSAN - Mutasi gelombang kedua belum akan terjadi pada Oktober 2013. Sebab, wali kota dan wakil wali kota masih sibuk dengan aktivitas menggunung. Karena itu, mutasi gelombang dua belum akan terlaksana bulan ini. “Sabar saja. Bulan ini kayaknya belum terlaksana,” ujar Wali Kota Drs H Ano Sutrisno MM kepada Radar, kemarin. Pemerintahan Ano-Azis sudah melakukan mutasi perdana pada beberapa bulan lalu. Mutasi selanjutnya, sudah mulai diproses Badan Pertimbangan Kepangkatan dan Jabatan. Namun, Wali Kota Ano Sutrisno menekankan, mutasi gelombang kedua ini belum terlaksana pada Oktober ini. Diakunya, kebutuhan akan jabatan yang ditinggalkan perlu segera dilakukan, namun untuk mutasi tersebut nama-nama yang telah diajukan, masih dalam pembahasan bersama Wakil Wali Kota Drs Nasrudin Azis SH. Termasuk tentang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), Ano belum mengajukan nama-nama calon sekda yang telah disodorkan tim baperjakat. “Sekda masih dalam proses,” tukasnya. Dikatakan Wali Kota 2013-2018 itu, sebelum tutup tahun 2013, nama sekda sudah akan didefinitifkan. Langkah ini, ujarnya, sama dengan keinginan Wakil Wali Kota Nasrudin Azis. Pasalnya, antara Ano dan Azis, selalu menjalin komunikasi aktif dan intensif terhadap berbagai hal. “Untuk sekda, paling lambat Desember sudah ada definitif,” ucapnya. Ketua Jaringan Masyarakat Sipil (Jams) Kota Cirebon M Rafi SE menyatakan, mutasi harus segera dilakukan. Sebab, beberapa kursi pejabat eselon tiga hingga lima, masih kosong karena ditinggal pensiun dan meninggal. Karena itu, diperlukan pengganti pejabat yang baru. Sebab, berbagai program pemerintah dilaksanakan oleh pejabat eselon tiga hingga lima. “Eselon dua hanya pengambil kebijakan, yang bekerja eselon tiga sampai lima,” terangnya kepada Radar, beberapa waktu lalu. Pemerintahan harus berputar sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, mutasi menjadi solusi atas kekosongan jabatan di beberapa jabatan yang ada. Termasuk untuk jabatan sekda definitif, Rafi mengharapkan, pasangan Ano-Azis segera mengumumkan nama sekda definitif demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, kata Rafi, untuk jabatan pelaksana tugas (Plt), memiliki beberapa keterbatasan yang tidak dimiliki definitif. “Sekda itu orang ketiga setelah Ano-Azis. Namun, sekda juga orang pertama di jalur birokrasi pemerintahan,” terangnya. Artinya, lanjut Rafi, posisi sekda sebagai koordinator para PNS dan pejabat eselon dua khususnya, sangat berperan penting dalam memaksimalkan berbagai program dan kebijakan pemerintahan di bawah kepemimpinan pasangan Ano-Azis. Dengan demikian, diperlukan seorang sekda yang mampu berkomunikasi dan menjalin pola kemitraan yang baik bersama para pejabat eselon dua hingga staf. Terlebih, tahun 2014 pasangan Ano-Azis sudah memiliki program sendiri yang bukan warisan wali kota sebelumnya. “Sekda harus segera didefinitifkan. Keputusan siapa orangnya, ada di wali kota selaku pemegang kebijakan tertinggi,” ujarnya. (ysf)  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: