Semua Jenis Cabe Naik Tajam

Semua Jenis Cabe Naik Tajam

\"\"MAJALENGKA - Kenaikan harga sembako dan sayuran di sejumlah pasar tradisonal di Kabupaten Majalengka makin tak terkendali. Bahkan beberapa diantaranya mengalami kenaikan hingga 100 persen lebih. Kenaikan harga Sembako dan sayuran yang terjadi memunculkan spekulasi negatif dari kalangan para pedagang itu sendiri. Mereka menilai kenaikan harga tersebut akibat ulah para spekulan maupun Bandar . Kenaikan harga tampaknya merata di sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti minyak curah, beras, susu, telor, terigu dan lainnya. Selain itu harga sayuran di pusat penjualan pasar sayur Rajagaluh dalam satu pekan terakhir ini semakin tak terkendali. Salah satunya  harga  cabe merah dan cabe keriting naik dua kali lipat, sementara  harga baik bawang putih dan merah justru turun. Menurut Eman Durahman, pemilik Toko Ateng di Pasar Rajagaluh, untuk harga minyak sayur hanya mengalami kenaikan sekitar Rp100 yakni dari Rp8.400 kini menjadi Rp8.500. Sedangkan terigu sambungnya kenaikanya cukup lumayan yakni dari Rp4000/kg naik menjadi Rp6000. Untuk gula pasir  naik dari Rp8.500 menjadi Rp9.200/kg. Kenaikan harga juga terjadi pada beberapa jenis barang kebutuhan lain seperti harga telor ayam  naik  dari Rp11.000 menjadi Rp14,500, sementara daging kambing dan sapi justru tidak mengalami kenaikan yakni Rp55 ribu/kg untuk daging kambing dan Rp58 ribu/kg untuk daging sapi. ”Untuk harga daging sampai saat ini belum mengalami kenaikan mas,” jelas Didin pedagang telur dan daging di Pasar Leuwimunding kepada Radar. Sementara kenaikan harga yang paling mencolok dan dianggap paling ekstrem terjadi pada sejumlah harga sayur mayur seperti harga cabe merah  naik dari Rp15.000/kg menjadi Rp40.000/kg,   bawang merah naik dari Rp6.000 menjadi Rp15.000/kg. “Yang jelas hampir semua harga sayuran mengalami kenaikan, terutama untuk harga cabe dan bawang serta kentang,” kata Rehan pedagang sayuran yang sudah 8 tahun  mangkal di pasar tersebut. Sejumlah konsumen mendesak agar Pemkab Majalengka dalam hal ini Dinas Perisndustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk  turun ke lapangan untuk menstabilkan harga sayuran dan sembako. (pai)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: