Diduga Terjadi Kebocoran Data SIM Card, Kemenkominfo Lakukan Penelusuran dan Audit

Diduga Terjadi Kebocoran Data SIM Card, Kemenkominfo Lakukan Penelusuran dan Audit

Ilustrasi SIM Card-OpenClipart-Vectors-Pixabay

Radarcirebon.com, NUSA DUA – Sebanyak 1,5 milyar SIM Card diduga bocor, hal ini membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bereaksi.

Setelah mendapat kabar tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate akan segera melakukan audit.

Hal ini dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memastikan kebenaran dugaan kebocoran data pendaftaran SIM Card telepon seluler Indonesia.

BACA JUGA:Pendampingan ODHA dan Kelompok Rentan juga Perlu Dilakukan

“Atas mandat peraturan dan perundangan Direktorat Jenderal dan Dirjen Aptika harus melakukan audit dan periset data itu sebenarnya apa statusnya,” kata Johnny G. Plate di Nusa Dua, Bali, Kamis 1 September 2022.

“Tindak lanjutnya nanti akan kami periksa dulu. Ya, ada aturannya. Ikuti aturannya, jangan keluar dari aturannya,” sambungnya.

Sementara, dalam pernyataan resminya, Kemenkominfo menyatakan tengah melakukan penelusuran terkait sumber data dan hal lainnya terkait masalah ini.

BACA JUGA:Penyebab Orang Memilih Mengakhiri Hidupnya Sendiri, Begini Menurut Ahli

Sebelumnya, seorang user Twitter bernama Muh. Rifqi Priyo S yang mengklaim adanya kebocoran data SIM Card telepon seluler Indonesia.

Dalam cuitannya, ia membagikan utas tentang dugaan kebocoran data SIM card yang dimaksud.

Ia juga melampirkan gambar screenshot akun Bjorka yang mengklaim memiliki data tersebut.

BACA JUGA:Jenazah WNI yang Lakukan Bunuh Diri di Jepang Hari Ini Diterbangkan ke Indonesia

Penggalan screenshot tersebut menampilkan rincian jumlah data yang bocor, mulai dari besaran kapasitas data hingga harga data yang dipatok sebesar 50 ribu dolar AS.

“Data pendaftaran meliputi NIK, nomor telepon, nama penyedia (provider), dan tanggal pendaftaran. Penjual menyatakan bahwa data ini didapatkan dari Kominfo RI,” tulis Rifqi. (jun/fin)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: reportase