Bandara Internasional Lombok Sudah Layani 176 Ton Kargo Logistik Jelang WSBK 2022

Bandara Internasional Lombok Sudah Layani 176 Ton Kargo Logistik Jelang WSBK 2022

Pesawat Ethiopian Airlines bernomor penerbangan ET3657 mendarat di Lombok pukul 00.58 WITA dari Djibouti, dengan mengangkut kargo logistik seberat 67,03 ton logistik WSBK 2022.--lombok-airport.co.id

Radarcirebon.com, LOMBOK TENGAH – Bandara Internasional Lombok mencatat telah melayani 176 ton kargo logistik jelang kejuaraan World Superbike (WSBK) 2022.

Logistik ini diangkut melalui tiga pesawat kargo, masing-masing milik maskapai Qatar Airways, Ethiopian Airlines, dan Malaysia Airlines.

Dari ketiga penerbangan tersebut, pesawat Boeing 777 Freighter dari Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR8062 menjadi yang pertama tiba di Lombok pada Sabtu 29 Oktober 2022 pukul 15.48 WITA.

BACA JUGA:Kerja Sama Imbal Dagang, Tingkatkan Ekspor Impor

Pesawat yang berangkat dari Doha, Qatar, ini mengangkut kargo berisi logistik kejuaraan dunia Superbike seberat 81,82 ton.

Selanjutnya, pada Minggu 30 Oktober 2022 lalu menyusul pesawat Boeing 777 Freighter dari Ethiopian Airlines bernomor penerbangan ET3657 mendarat di Lombok pukul 00.58 WITA dari Djibouti, dengan mengangkut kargo logistik seberat 67,03 ton.

Menyusul pesawat Airbus A330-200 Freighter dengan nomor penerbangan MH6427 milik Malaysia Airlines menjadi pesawat ketiga yang mendarat di Lombok. 

BACA JUGA:Tiga Pencuri Spesialis Pagar Rumah Diringkus Timsus Satreskrim Polres Cirebon Kota

Pesawat yang berangkat dari Kuala Lumpur tersebut tiba di Lombok pada Selasa 1 November 2022 kemarin pukul 06.30 WITA dengan mengangkut 27,2 ton kargo logistik.

Dengan begitu, jelang penyelenggaraan kejuaran dunia Superbike 2022 seri Mandalika yang akan di gelar pada 11-13 November mendatang, Bandara Internasional Lombok telah melayani kedatangan sebanyak total 176 ton kargo logistik yang berisi motor, suku cadang, serta peralatan pendukung ajang kejuaraan dunia tersebut.

"Setelah landing, seluruh logistik kargo menjalani proses unloading sesuai aturan sebelum diangkut menuju Sirkuit Mandalika," ujar  Direktur Utama AP I, Faik Fahmi dalam keterangan resminya pada Rabu 2 November 2022 kemarin.

BACA JUGA:Pemerintah Akan Nobatkan Lima Pahlawan Nasional, Satu dari Jawa Barat, Siapakah Dia?

Penyelenggaraan ajang balap Superbike di tahun ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan di Sirkuit Mandalika.

"Kami selaku pengelola Bandara Internasional Lombok yang merupakan pintu gerbang udara utama bagi kargo logistik, tim peserta kejuaraan, serta para penonton yang berasal dari dalam dan luar negeri, siap untuk mendukung pelaksanaan seri ke-11 Kejuaraan Dunia Superbike tahun ini," tambahnya.

AP I selaku pengelola Bandara Internasional Lombok sebelumnya telah menuntaskan berbagai proyek pengembangan bandara untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan kejuaraan dunia Superbike dan Grand Prix MotoGP Indonesia yang dilaksanakan di Sirkuit Mandalika.

BACA JUGA:Suzuki Keluar, Inilah Daftar Tim dan Pembalap MotoGP Musim 2023

Dari segi infrastruktur sisi udara (airside), runway Bandara Internasional Lombok yang sebelumnya memiliki panjang 2.750 meter telah diperpanjang menjadi 3.300 meter, serta ditingkatkan daya dukungnya sehingga dapat melayani operasional pesawat berbadan besar (wide body) sekelas Boeing 777.

Apron bandara juga diperluas, dari sebelumnya memiliki luas area 108.100 meter persegi menjadi 136.300 meter persegi, serta mampu menampung sebanyak 16 pesawat dengan konfigurasi 10 pesawat berbadan kecil (narrow body) dan enam pesawat berbadan lebar (wide body).

Bandara Internasional Lombok juga melakukan pengembangan infrastruktur pendukung lalu lintas kargo, berupa pembangunan akses jalan terminal kargo sepanjang 1.500 meter, serta pembangunan pelataran kargo seluas 6.000 meter persegi yang dapat menampung 40 truk kargo.

BACA JUGA:Dua Pelaku Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk Timsus Reskrim Polres Ciko

Sementara untuk infrastruktur terminal, AP I telah merampungkan proyek perluasan terminal penumpang Bandara Internasional Lombok.

Sebelumnya seluas 24.123 meter persegi dan mampu melayani 3,5 juta penumpang per tahun, menjadi seluas 43.501 meter persegi dan mampu melayani sebanyak 7 juta penumpang per tahun. (jun)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: reportase