Kisah Pemilik PO Bus Luragung Termuda H Yayan Irman, Darah Oli Padahal Arsitek

Kisah Pemilik PO Bus Luragung Termuda H Yayan Irman, Darah Oli Padahal Arsitek

Pemilik PO Bus Luragung Termuda, H Yayan Irman.-Perpalz Tv-radarcirebon.com

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM - Kisah pemilik PO Bus Luragung Termuda, H Yayan Irman bisa terbilang unik, karena keterlibatannya di usaha sebenarnya tidak direncanakan.

Sebelum menjadi pemilik PO Bus Luragung Termuda, H Yayan Irman merupakan seorang arsitek dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan usaha transportasi.

Diungkapkan H Yayan, sebelum menceritakan terkait Luragung Termuka, sejarah Luragung Jaya memang begitu panjang.

Dimulai dari sang ayah yakni H Saefudin Koesmapradja yang mendirikan PO Luragung Jaya sekitar tahun 1982 dan awalnya bukan usaha bus.

BACA JUGA:Pasca Laporkan Ferry Irawan ke Polda Jatim soal KDRT, Begini Kondisi Venna Melinda

"Bapak dulu hasil bumi, pabrik tegel, terus punya truk untuk mengantar bahan bangunan," tutur Yayan.

Suatu hari, H Saefudin Koesmapradja melihat ada Bus Kuningan Jaya, Bunigeulis, Mitra Sari, Sepakat dan Setia Negara.

Kemudian terbesit keinginan punya bus, dan mengubah dari truk colt diesel 2 unit menjadi bus di Karoseri Papandayan.

Awalnya, juga bukan bernama Luragung Jaya tetapi Kurnia. Diambil dari nama pabrik tegel miliknya.

BACA JUGA:Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto Lolos Final Malaysia Open 2023: Siap Pertaruhkan Nama Baik Bangsa

Tapi, pada saat pengajuan izin trayek ditolak nama Kurnia karena sudah ada di Jawa Tengah. Akhirnya beralih menjadi nama tempat Luragung.

"Orang dulu nanya, Luragung teh apa, ya kecamatan di Kabupaten Kuningan," kata Yayan kepada Perpalz TV, yang dikutip radarcirebon.com, Minggu, 15, Januari 2023.

Dalam perjalanannya, izin prinsip PO Luragung Jaya sendiri baru keluar pada 23, Agustus 1983 dengan armada 5 unit. Pada waktu itu, sudah memiliki armada Mercedez Benz OF 1113 dan Hino BX dengan karoseri Neglasari.

"Dulu bapak itu punya konsep nonstop. Tidak ada istilah ngetem di jalan, tapi bablas. Dari situlah dikenal Raja Pantura," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: