Inflasi Berdampak Negatif Bagi Perekonomian

Inflasi Berdampak Negatif Bagi Perekonomian

Inflasi Berdampak Negatif Bagi Perekonomian -Abdullah -Radar cirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Inflasi dapat memiliki efek negatif perekonomian, hal ini dikatakan Anggota DPR RI H Satori SPdI MM disela Forum Grup Discussion (FGD) Pengebdalian Pola Perilaku Konsumtif Selama Ramadhan, Rabu (22/3/2023) di Grand Tryas.

Menurut Satori, inflasi adalah suatu kondisi dimana harga-harga barang dan jasa secara umum mengalami kenaikan dalam jangka waktu tertentu, sehingga daya beli uang menurun.

Dalam konteks ekonomi, lanjut Satori, inflasi terjadi ketika terjadi peningkatan permintaan yang tinggi terhadap barang dan jasa. Sedangkan pasokan barang dan jasa tersebut tidak dapat meningkat secara proporsional.

“Inflasi dapat diukur dengan menghitung Prosentase kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi pada satu periode tertentu dan biasanya diukur dalam basis tahunan,” ujarnya. Pihaknya menerangkan, menjelang bulan Ramadhan harga sejumlah komoditas pangan naik dan berpotensi memicu kenaikan inflasi Ramadhan dan lebaran.

BACA JUGA: Perampokan di Kuningan, Pelaku Bacok Pegawai Toko di Maniskidul, Motor Korban Diembat

BACA JUGA: MEMANAS! Beredar Isu Kades Karangbaru Kuningan Cabut Surat Pengunduran Diri, Balai Desa Disegel Warga

“Ramadhan menjadi ancaman inflasi karena perubahan perilaku konsumtif yang dilakukan umat Islam yang tidak bisa menahan hawa nafsu berpuasa (nafsu perut) membeli makanan yang berlebihan yang enak-enak untuk berbuka puasa termasuk ke dalam perilaku konsumtif,” bebernya. Satori membeberkan bahwasannya pusat statistik percaya bahwa puncak inflasi tahun 2023 akan terjadi bulan April yang tidak lain adalah lebaran.

Oleh karena itu, tidak salah jika Ramadhan selalu identik dengan ancaman inflasi musiman.

"Mengacu inflasi Ramadhan-lebaran per April 2022 mencapai 0,95 persen dan ini tertinggi sejak tahun 2017, sedangkan data inflasi Januari 2023 mencapai 0,34 persen (month to month/mtm) lebih rendah dari inflasi Desember 2022 yaitu 0,66 persen mtm Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Cirebon, Hestu Wibowo mengatakan, satu setengah inflasi kenaikan harga, seluruh dunia mengalami kondisi ekonomi sulit dan seluruh dunia sedang tidak baik, dan seluruh dunia mengalami inflasi yaitu kenaikan harga yang mempengaruhi perekonomian global,” kata Hestu.

Hestu menjelaskan, Indonesia berhasil menekan inflasi hingga 5,51 persen, berbeda dengan inflasi lainnya justru mencapai di atas 9 persen. Komponen inflasi salah satunya adalah konsumsi barang pangan strategis, seperti cabe beras bawang dll. Dan inflasi ini justru dibayar masyarakat kecil. “ dampaknya biasanya masyarakat belanja berlebihan yang akhirnya merugikan.

BACA JUGA: WASPADA! Pencuri Mulai Beraksi Jelang Ramadan, Ada yang Terekam CCTV di Mundu

BACA JUGA: Beli Barang Elektronik di Mall Bisa Ditawar, AIO Store Hadir di ASS Mall Cirebon

Makanya inflasi semata mata bukan masalah ekonomi tapi juga permasalahan sosial,” katanya. Inflasi menjadi penting, lanjut Hestu, khususnya menjelang Ramadhan pasti mengalami kenaikan harga. Ibu ibu jangan kaget kalau harga minyak naik karena banyaknya permintaan.

Mohon bantuan alim ulama pondok pesantren untuk memberikan pemahaman tren inflasi dengan bijak, belanja secara bijak. Jangan terpengaruh Isu-isu beras akan hilang di pasaran, dampaknya biasanya belanja masyarakat berlebihan yang akhirnya merugikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: