Mengenal Gagal Jantung

Mengenal Gagal Jantung

dr. Sherly Cancerita, M.Ked(Cardio)., Sp.JP FIHA-ist-radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM - Gagal jantung yang sering diterjemahkan sebagai jantung bengkak di kalangan masyarakat awam, masih terdengar sangat mengerikan. Gejalanya yang bersifat menahun sering membuat masyarakat tidak menyadari bahawa dirinya mulai terkena gagal jantung. Angka kesakitan dan kematian dari gagal jantung sangat tinggi, baik di negara berkembang maupun negara maju. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan gagal jantung? Dan apa yang akan terjadi jika seseorang terkena gagal jantung?

Definisi :
Gagal jantung didefinisikan sebagai abnormalitas dari struktur jantung atau fungsi yang menyebabkan kegagalan dari jantung untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Secara klinis, gagal jantung merupakan kumpulan gejala yang kompleks dimana seseorang memiliki tampilan berupa: gejala gagal jantung; tanda khas gagal jantung dan adanya bukti obyektif dari gangguan struktur atau fungsi jantung saat istrahat. Singkatnya, gagal jantung merupakan ketidakmampuan jantung memenuhi kebutuhan darah dan oksigen di tubuh.

Tanda dan Gejala :
Beberapa gejala khas yang dirasakan oleh penderita gagal jantung adalah sebagai berikut :
1. Sesak nafas yang pada tahap awal hanya dirasakan saat aktivitas fisik, dan pada tahap selanjutnya dapat dirasakan saat istirahat
2. Intoleransi aktivitas fisik, dimana pasien gagal jantung akan mulai terabatas melakukan aktivitas fisik mulai dari aktivitas fisik berat hingga aktivitas fisik ringan
3. Kesulitan bernapas saat berbaring, dimana pasien gagal jantung akan lebih nyaman tidur dengan bantal tinggi
4. Bengkak pada kaki

Gejala lain yang dapat dirasakan seperti batuk malam hari, napas berbunyi, cepat lelah, pingsan, dada berdebar hingga timbul depresi

BACA JUGA:Ada-Ada Saja, Merek Mobil Jadi Nama Anak

BACA JUGA:Call Center 110 Polres Cirebon Kota Siap Bantu Masyarakat 24 Jam

Penyebab dan Faktor Risiko
Terjadinya gagal jantung disebabkan karena adanya kondisi yang memaksa jantung bekerja lebih keras dan terjadi secara menahun. Beberapa kondisi tersebut menjadi faktor risiko gagal jantung :
a. Faktor resiko mayor : meliputi usia, jenis kelamin, hipertensi, pembesaran otot jantung, sumbatan jantung, obesitas, diabetes, kelainan jantung lainnya
b. Faktor resiko minor : meliputi merokok, dislipidemia, gagal ginjal kronik, albuminuria, anemia, stres, gaya hidup yang buruk
c. Sistem imun yaitu adanya hipersensitivitas
d. Infeksi yang disebabkan oleh virus, parasit, bakteri
e. Zat toksik yang disebabkan karena pemberian agen kemoterapi

Pencegahan dan Pengobatan
Jika Anda mengalami gejala seperti diatas, segera periksakan diri Anda ke dokter. Anda akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan EKG (rekam jantung), treatmill, echocardiografi (USG jantung), rontgen thoraks, dan pemeriksaan darah yang mendukung. Penentuan terapi ditentukan berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan.Terapi bagi penderita gagal jantung berupa terapi non-farmakologis dan terapi farmakologis.

Tujuan dari adanya terapi yakni untuk meredakan gejala, memperlambat perburukan penyakit, dan memperbaiki harapan. Terapi farmakologis dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang mengurangi beban jantung, sehingga mengurangi gejala dan mencegah perburukan. Obat-obatan yang diberikan biasanya kombinasi dari beberapa jenis obat, sesuai dengan mekanisme gagal jantung yang terjadi di pasien.

BACA JUGA:Jelang Pilkades, Kapolsek Sukahaji Bersama Muspika Silaturahmi Ke Calon Kades Cikalong

BACA JUGA:Polisi Blusukan, Himbau Terjadinya Kriminalitas, Bhabinkamtibmas Sambangi Minimarket Di Desa Binaannya

Terapi non-farmakologi pada penderita gagal jantung berbentuk manajemen perawatan mandiri. Manajemen perawatan mandiri diartikan sebagai tindakan-tindakan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas fisik, menghindari perilaku yang dapat memperburuk kondisi dan mendeteksi gejala awal perburukan gagal jantung.

Manajemen perawatan diri berupa ketaatan berobat, pemantauan berat badan, pembatasan asupan cairan, pengurangan berat badan, pemantauan asupan nutrisi, dan latihan fisik. Terapi non-farmakologis juga dapat dilakukan dengan restriksi garam, penurunan berat badan, diet rendah garam dan rendah kolesterol, tidak merokok, dan dengan melakukan olahraga.

Oleh : dr. Sherly Cancerita, M.Ked(Cardio)., Sp.JP FIHA

BACA JUGA:SD Islam Al Azhar Gelar Khotmil Quran ke 35

BACA JUGA:Upaya Jabar Persempit Ruang Pungli dan Perluas Laporan Masyarakat

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: