Monumen Replika Paksi Naga Liman Dikritik Sejarawan Cirebon, Bakal Demo Tanggal 3 Juni

Monumen Replika Paksi Naga Liman Dikritik Sejarawan Cirebon, Bakal Demo Tanggal 3 Juni

Pembangunan Monumen Paksi Naga Liman di Lapangan Kebumen oleh Kantor Kemenag Kota Cirebon.-Ist-radarcirebon.com

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pembangunan monumen multikultural replika Paksi Naga Liman oleh Kementerian Agama Kota CIREBON di Lapangan Kebumen,  menuai kritik dari sejarawan CIREBON.

Sejarawan Cirebon,  Drs R Subagdja Martawijaya mengatakan, pembangunan patung Paksi Naga Liman di Lapangan Kebumen ternyata belum memiliki izin.

Setelah ditelusuri, ternyata belum ada perizinan yang ditempuh oleh pelaksana pembangunan maupun yang menginisiasi.

“Pembangunan yang berlokasi di Lapangan Kebumen Cirebon ini, belum mendapat izin dari Pemerintah Kota Cirebon,” kata alumni Unpad Bandung tersebut.

BACA JUGA:J Trust Bank Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Kinerja Tahun 2022 Kembali Positif

Subagdja mengaku, sudah bertemu langsung dengan Kadis PUTR, DR Irawan Wahyono. Disampaikan bahwasannya sudah menyampaikan surat balasan ke Kantor Kemenag Kota Cirebon.

“Pak Irawan menyampaikan sudah membalas surat dari Kemenag  dengan  jawaban belum bisa memberikan rekomendasi izin pembangunan monumen di Lapangan Kebumen,” kata Subagja.

Tapi anehnya, kata  Bagja,  pemerintah justru terkesan membiarkan pembangunan monumen tetap berjalan.

Bahkan dirinya Sampai cek lapangan proses pembuatan replika Paksi Naga Liman dan pembangunan masih  berlangsung.

BACA JUGA:Nggak Perlu Jawab, Kata-kata Syekh Panji Gumilang Ini Sudah Tegas Membantah Isu NII di Mahad Al Zaytun, Simak!

“Saya justru mempertanyakan sebenarnya ada apa? Hal lain kalau dikaitkan dengan  sejarah. Jadi menempatkan di Kebumen saja sudah salah,” tandasnya.

Diungkapkan dia, seharusnya Pemerintah Kota Cirebon malu dengan pembiaran tersebut. Mengingat tidak sesuai dengan filosofi dari Paksi Naga Liman itu sendiri.

“Harusnya malu pemerintah kota tidak tahu sejarah kotanya sendiri. Kalau kemenag beralasan dibangun di titik nol, lebih tidak ada relevansinya,” bebernya.

Atas adanya pembangunan tersebut, pihaknya berencana melayangkan surat pemberitahuan ke Polres Cirebon Kota, terkait rencana unjuk rasa yang akan dilaksanakan tanggal  3 Juni 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: