Gelar Syekh atau Syaykh yang Dipakai Panji Gumilang di Al Zaytun, Oh Ternyata Ini Artinya

Gelar Syekh atau Syaykh yang Dipakai Panji Gumilang di Al Zaytun, Oh Ternyata Ini Artinya

Arti gelar syekh atau syaykh yang digunakan AS Panji Gumilang.-Mahad Al Zaytun-radarcirebon.com

INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM - AS Panji Gumilang menggunakan gelar syekh atau dalam penulisan di Mahad Al Zaytun 'syaykh' di depan namanya.

Penggunaan gelar dan nama ini, sempat dipersoalkan saat bertemu dengan tim investigasi bentukan gubernur Jabar yang akan melakukan tabayun.

Dalam dua kali pertemuan, Panji Gumilang mempersoalkan penulisan namanya. Dia sebenarnya tidak begitu masalah berkaitan dengan gelar syekh itu.

Yang dipersoalkan Syekh Al Zaytun adalah penulisan namanya kurang tepat. Yakni hanya ditulis Panji Gumilang. "Itu nama di medsos," kata dia, saat menerima Prof Dr KH Badruzzaman di Al Zaytun.

BACA JUGA:Al Zaytun Belum Beres, Ada Sholat Aneh Ponpes Al Kafiyah, Imam Perempuan, Cek Faktanya

Kemudian, soal nama ini kembali dikoreksi. Sebab, penulisannya lagi-lagi tidak berkenan. Kali ini kejadiannya di Gedung Sate. "Panji Gumilang itu nama Tiktok," tegasnya.

Dijelaskan bahwa nama aslinya adalah Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang. Atau boleh disingkat menjadi AS Panji Gumilang.

Seperti diketahui, Panji Gumilang tidak bergelar gus maupun kiai, meski dirinya adalah pendiri dan pemimpin Mahad Al Zaytun di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.

Karenanya, sampai dengan saat ini, tidak ada penggunaan gelar kiai maupun gus kepada anak-anaknya.

BACA JUGA:Seluruh Jemaah Jabar Sudah Tiba di Arafah dan Menjalankan Wukuf

Apalagi, Syekh Panji Gumilang tidak berlatar belakang tersebut. Dia adalah anak kepala desa. Masa kecilnya dihabiskan di Desa Sembunganyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Karena latar belakangnya itu, Syekh Panji Gumilang tidak menggunakan gelar kiai ataupun gus. Sebutan tersebut juga tidak dipakai di Mahad Al Zaytun.

Datuk MYR Agung Sidayu, Ketua Dewan Pengawas LKM Masjid Rahmatan Lil Alamin menjelaskan, gelar yang digunakannya adalah syekh atau dalam penulisan internal di Mahad Al Zaytun 'syaykh'.

Adapun penyebutan syaykh tersebut memiliki makna sosok senior. Bukan kiai seperti halnya para pemangku pondok pesantren lain di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: