PERTAHANAN Cyber Al Zaytun Jebol, Hacker Klaim Bobol 45.780 Data: Hapus Ajaran Sesat di Muka Bumi Ini

PERTAHANAN Cyber Al Zaytun Jebol, Hacker Klaim Bobol 45.780 Data: Hapus Ajaran Sesat di Muka Bumi Ini

Sekelompok hacker mengklaim mereka berhasil bobol ribuan data Mahad Al Zaytun.-Ist/Tangkapan Layar-radarcirebon.com

INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM - Hacker yang menyebut dirinya Fredens of Security mempublikasikan aksi terbarunya bobol data Mahad Al Zaytun, sejumlah 45.780 atau berukuran sekitar 4 giga byte (GB).

Mereka menyebut, data kali ini yang berhasil dibobol adalah daftar santri Al Zaytun hingga Syekh Panji Gumilang. Adapun celah masuk yang dimanfaatkan adalah website aplikasi.al-zaytun.csh.id.

"Database daftar Al Zaytun 45.780 data dibocorkan oleh Fredens of Security. File: 4 GB," tulis keterangan kelompok tersebut yang turut dipublikasikan Hacktivist Indonesia, dan dikutip radarcirebon.com, Minggu, 2, Juli 2023.

Disampaikan bahwa motif melakukan peretasan tersebut adalah menuntut untuk menghapus ajaran sesat di muka bumi dan menolak keberadaan Mahad Al Zaytun.

BACA JUGA:Kecam Aksi Pembakaran Al Qur'an di Stockholm, Jubir UE: Praktek Seperti Itu Tidak Diterima di Eropa

"Hapus ajaran sesat di muka bumi ini. Kami Fredens of Security tolak ajaran Al Zaytun," tulis kterangan tersebut.

Kelompok ini mengaku sebagai Official Forum Fredens of Security yang berlokasi di Amerika Serikat. 

Selain mengumbar kebocoran data, kelompok ini juga mempersoalkan Kementerian Agama (Kemenag) yang memberikan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pelajar di Mahad Al Zaytun.

"Oh ternyata kamu yang kasih Rp 4 miliar ke Al Zaytun, mau merasakan serangan seperti Al Zaytun? tulis mereka.

BACA JUGA:Bukan Kurikulum Pendidikan yang Menyimpang dari Al Zaytun, Tapi...

Kendati demikian, dari pantauan radarcirebon.com website Mahad Al Zaytun yang disebut telah diretas masih dapat diakses dengan normal.

Termasuk website dengan sub domain yang berisi daftar online dan laman utama. Tidak ada yang berubah pada laman tersebut.

Menurut keterangan mereka, kebocoran data Al Zaytun tidak akan berhenti sampai di sini. Serangan cyber juga akan terus dilakukan.

Diklaim bahwa pertahanan cyber dari Mahad Al Zaytun sudah runtuh, pada beberapa website dan sub domain website seperti pendaftaran hingga lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: