Belasan Rumah Nyaris Terbelah

Belasan Rumah Nyaris Terbelah

MAJALENGKA–Belasan rumah di Blok Manis RT 03/01 Desa Jerukleueut Kecamatan Sindangwangi terancam roboh. Kondisi ini, diduga diakibatkan oleh pergeseran lapisan tanah dan batuan dalam, sehingga pondasi rumah-rumah tersebut bergeser. Penuturan Amin Nurin Ketua RT setempat, musibah ini berawal dari fenomena cuaca buruk, hujan secara terus menerus mengguyur kawasan desanya hampir seminggu lamanya. Imbasnya, Senin (20/1) lalu, terjadi gejala retakan tanah pada lantai dan dinding sejumlah rumah di blok tersebut. Awalnya, kata Amin, retakan yang terjadi tidak terlalu parah, karena pada sejumlah rumah yang dindingnya retak tersebut, posisi retakannya diyakini hanya berupa retakan lapisan plester dindingnya saja atau berupa lantai keramiknya saja yang retak. Namun, puncaknya terjadi Selasa malam (21/1), retakan mendadak meluas hingga di beberapa rumah warga dinding dan lantainya terbelah. Bahkan, tidak sedikit lantai rumah warga yang ambles hingga 10 cm dari kondisi awal permukaan lantai. “Kalau di blok sini kurang lebih ada 16 rumah yang retak-retak. Kondisinya beragam, ada yang cuma retak sedikit, ada juga yang sampai lantainya ambles cukup dalam. Kami khawatir tanahnya terus bergerak, bisa-bisa banyak yang roboh (rumahnya),” kata Amin, Rabu (22/1). Dia menyebutkan, rumah yang mengalami kerusakan tersebut di antaranya milik Isoh Nuraeni, Mamah, Ita, Nayah, Sanudi, Jumed, Parta, Sarmita, Makrum, Rohim, Sujaya, Juned, dan miliknya sendiri. Dari rumah-rumah warga yang retak tersebut, kata Amin, tingkat kerusakannya beragam, mulai dari yang hanya rusak ringan hingga yang rusak berat dan nyaris roboh dinding serta atapnya akibat lantainya ambles. Salah seorang korban yang rumahnya rusak cukup parah Isoh mengaku jika munculnya retakan di rumahnya ini berawal pada Senin malam lalu, ketika hujan terus mengguyur wilayah tersebut. Namun, kata dia, saat itu hanya terjadi retakan kecil di keramik dan dinding rumahnya saja. “Yang gedenya sih tadi malam sekitar jam 10, Mas. Waktu itu saya lagi nonton TV, terus bunyi ‘grudug-grudug’ kenceng pisan. Dikira ada lini (gempa). Ya kan panik, saya bangunin aja anak-anak suruh cepet-cepet lari keluar. Eh gak taunya tembok sama lantai pada ambles,” keluhnya. Untuk sementara ini, belum ada satupun warga yang mengungsi dari rumahnya untuk mencari kondisi yang lebih aman. Meskipun potensi retakan masih bisa meluas dan dikhawatirkan bisa merobohkan rumah-rumah warga tersebut. Kepala Desa Jerukleueut Ardi menyebutkan jika pihaknya belum bisa menaksir nilai kerugian yang diakibatkan oleh bencana alam ini karena masih diinventarisir. Namun, dia mengimbau kepada warga yang rumahnya mengalami retakan tersebut untuk tetap waspada terutama jika turun hujan deras. “Kalau terjadi retakan susulan, segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri dulu yang penting,” imbaunya. Sementara itu, petugas Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Engkos Kosasih menyebutkan jika untuk penanganan bencana ini perlu dilakukan penanganan khusus. Sebab, kata dia, kondisi bencana retakan tanah ini bisa dibilang cukup serius dan tidak bisa dilakukan penanganan biasa saja. (azs)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: