Teori Candi Borobudur Peninggalan Nabi Sulaeman Terpatahkan, Pembangunannya Terkait Perang Agama Terbesar

Teori Candi Borobudur Peninggalan Nabi Sulaeman Terpatahkan, Pembangunannya Terkait Perang Agama Terbesar

Teori Candi Borobudur peninggalan Nabi Sulaeman terpatahkan. Foto:-Tangkapan layar-

RADARCIREBON.COM - Teori Candi Borobudur Peninggalan Nabi Sulaeman menimbulkan pro dan kontra, namun bagi ulama Nusantara yang satu ini, sudah jelas. Terpatahkan sejak lama.

KH Ahmad Muwafiq atau lebih dikenal dengan panggilan Gus Muwafiq mengatakan bahwa teori yang menyebutkan Candi Borobudur peninggalan Nabi Sulaeman tidak cocok dengan fakta ilmiah dan sejarah.

Menurut dia, teori tersebut hanya dikemukakan oleh orang yang sok. Gus Muwafiq dalam ceramahnya kerap mengupas sejarah Nusantara, bahkan sejak pra Islam.

Dalam salah satu Ceramahnya yang viral di media sosial, salah satu murid Gus Dur paling setia ini membahas sejarah pembangunan Candi Borobudur, salah satu keajaiban dunia yang ada di Indonesia.

Candi Borobudur merupakan candi Budha. Artinya, tempat peribadatan umat Budha di Nusantara. Namun, demikian Candi terbesar ini memiliki keunikan tersendiri.

Karena meskipun Candi Budha, namun memiliki corak Hindu. Setidaknya secara arsitektur. Itu karena dibangun oleh seorang arsitek Hindu terbaik pada zamannya.

Gus Muwafiq memulai kisahnya dari abad 8 Masehi. Ketika itu perang tengah berkecamuk di Tanah Jawa. Menurut Gus Muwafiq, itu adalah perang agama terbesar sepanjang sejarah Nusantara.

BACA JUGA:KLAIM SEKARANG! Kuota 50 Orang per Hari, Dapat Saldo Dana Rp 100 Ribu, Hanya Berlaku di Bulan Agustus

"Perang agama terbesar terjadi tahun 800 (Masehi). Antara Wangsa Syailendra dan Wangsa Sanjaya. Wangsa Sanjaya beragama Hindu, Wangsa Syailendra beragama Budha," tutur Gus Muwafiq.

Lantaran dahsyatnya perang tersebut. Banyak korban yang gugur dari kedua belah pihak. Setelah bertahun-tahun perang berkecamuk, Wangsa Syailendra akhirnya memenangkan peperangan.

Karena kalah perang, Raja Hindu dari Jawa bernama Panukuh akhirnya pergi ke India. Di India belajar seni artsitektur. Kemudian ketika kembali ke Jawa, dikenal dengan gelar Resi Gunadarma.

Sementara itu, di Jawa, raja Budha yang sedang berkuasa adalah Samaratungga. "Anti Hindu. Tapi begitu menang perang dia putus asa karena mau bikin Candi engga punya arsitek," ujar Gus Muwafiq.

"Maka arsitek yang disuruh membangun adalah orang Hindu yang bernama Panukuh. Lahirlah Candi Budha nuansanya Hindu yang dikenal dengan Sambarabudura, Borobudur," imbuh kiai berambut gondrong ini. 

Lebih lanjut Gus Muwafiq mengatakan, teori Candi Borobudur peninggalan Nabi Sleman sudah terpatahkan dengan fakta sejarah dan teori ilmiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: