Tahun 2024 Diprediksi Booming PLTS

Tahun 2024 Diprediksi Booming PLTS

Workshop Renewable Energy, yang digelar ACE (Assosiasi Chief Engineering) Jabar korwil Cirebon bekerja sama dengan Solarion, Sabtu (12/8) di Hotel Aston.-Abdullah -radarcirebon

 CIREBON, RADARCIREBON.COM -Tahun 2024 memprediksi booming pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) seiring Energy terbarukan dan terbitnya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM).

Hal ini dikatakan Head Of Marketing PT Solarion Energy Alam, Augustine Adiastra disela Workshop Renewable Energy, yang digelar ACE (Assosiasi Chief Engineering) Jabar korwil Cirebon bekerja sama dengan Solarion, Sabtu (12/8) di Hotel Aston.

Wanita yang akrab disapa Asri ini menjelaskan, PLTS memprediksi kemungkinan booming tahun depan (2024) cukup ramai, karena akan ada Permen (Peraturan Menteri) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengatur pemasangan PLTS di Indonesia. Maka sarinya begitu regulasi sudah ada maka masyarakat akan lebih faham.

“Mungkin tahun depan PLTS mulai booming seiring terbitnya Permen ESDM,” kata Asri.

BACA JUGA: Mengingatkan Lagi, Nanti Malam Ada Fenomena Alam Hujan Meteor Perseid

Asri berharap Permen ESDM di akhir tahun 2023 atau awal tahun 2024 membuat masyarakat menjadi lebih faham tentang energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Kami dari Solarion kerjasama dengan ACE Jabar Korwil Cirebon menggelar Workshop Energy terbarukan, apalagi di wilayah Cirebon, kami dari Solarion ada dua proyek PLTS Pemasangat di dua lokasi, yakni di PT Graha Mas Inti Tirta di Kabupaten Kuningan dan PT Polytama Propindo di Indramayu,” lebih jelasnya.

Di PT Graha Mas Inti Tirta pengerjaaan sudah selesai, dan saat ini sekarang proses pengerjaan di PT Polytama Propindo. Pihaknya berharap Kedepan bisa semakin banyak yang tahu PLTS sehingga kami memberikan informasi disini sehingga bisa tertarik PLTS. Pihaknha bersaksi Kalau misalnya tagihan listrik angkanya besar per bulan, kalau pasang PLTS bisa menurunkan tagihan hingga 20 persen lebih. Misalnya tagihan listrik Rp1 miliar dengan pemasangan PLTS bisa turun 10 persen atau turun Rp100 juta per bulan, dan itu efektif bagi perusahaan.

"Pemasangan PLTS,, Solarion tidak bisa bayar di depan dan pengusaha bisa menggunakan PLTS tapi kontraknya bisa sampai 20 -30 tahun. Bagaimana dengan listrik jaringan PLN. Kalau ada jaringan PLN maka tetap ada proses perijinan ke PLN, jadi bukan berarti mengganti kelistrikan tapi menjadi sumber energi baru,” kata Asri.

BACA JUGA: Ada Suara dan Getaran dari Dalam Bumi di Sumenep Madura, Fenomena Apa Ya?

Kalau misalkan pasang PLTS maka kita akan menunjukkan PLN karena mengganti beberapa kelistrikan sehingga harus memberitahu PLN, kita akan melihat trafonya dan terintegrasi dengan PLN.   

Solarion punya skema pembiayaan, ketiga skema itu adalah pembelian tunai, cicilan, dan tanpa investasi (dibiayai Solarion). Ketua ACE Jabar Korwil Cirebon, Sardoyo menjelaskan, kita bersinergi Solarion khususnya pengusaha mencari solusi mencari penghematan Energi.

"Karena perusahaan perusahaan salah satu cost tinggi adalah Energy, maka dari itu bagaimana solusinya supaya hemat Energy. Lebih jauh Sardoyo menjelaskan, kegiatan serupa sudah beberapa kali, sejak pandemi baru digelar. Rencananya," kata Sardoyo,

Bulan November mendatang akan menggelar acara lebih besar yang melibatkan hingga 50 vendor, mulai cat, pipa, pompa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: