DPRD Terima Keluhan Tenaga Honorer

DPRD Terima Keluhan Tenaga Honorer

TERIMA KELUHAN. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka SH menerima keluhan terkait nasib tenaga honorer.-Samsul Huda-radarcirebon.com

SUMBER, RADARCIREBON.COM - DPRD Kabupaten Cirebon menerima keluhan para tenaga honorer. Mereka, meminta kepastian nasib tenaga honorer daerah. Pasalnya, muncul wacana penghapusan tenaga honorer oleh pemerintah pusat.

"Tadi ada beberapa tenaga honorer yang mengadukan kejelasan nasibnya. Khususnya dari salah satu dinas yang tidak masuk struktur dalam formasi yang dibutuhkan di Kabupaten Cirebon," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka SH, Selasa (5/9)

Mereka, kata Teguh, menghendaki minimal diinfokan atau disosialisasikan formasi apa saja yang dibutuhkan Kabupaten Cirebon. Mereka juga menginginkan untuk diberikan kesempatan yang sama.

Adapun diterima atau tidaknya, itu bagian dari akselerasi menjadi bagian dari harapan mereka untuk diterima. Kalaupun tidak, mereka menyadari dan minimal diberikan porsi kesempatan yang sama.

BACA JUGA:Rocky Gerung Diperiksa Polisi Hari Ini Terkait Dugaan Penghinaan Presiden

BACA JUGA:Momen Penampakan Airbus A310-300 Pesawat Kenagaraan Kanada Landing di Bandara Kertajati untuk KTT ASEAN 2023

"Untuk bisa mengabdi. Apalagi mereka hampir rata-rata sudah di atas 5 tahun. Bahkan ada guru di atas 35 tahun, mereka minta kejelasan," tuturnya.

Ia menjelaskan, sejauh ini baru ada 22 tenaga honorer yang datang ke DPRD. Mereka, tidak masuk dalam salah satu formasi karena tidak mengetahui ada surat edaran dari pemerintah daerah, sampai akhirnya memaksakan untuk mengikuti.

"Jadi mereka meminta kejelasan supaya diberikan kesempatan yang sama seperti yang lainnya. Kita blm menginventarisir ada berapa banyak, hanya tadi mewakili dari beberapa kelompok," terangnya.

Yang intinya, kata Teguh, mereka meminta kesetaraan yang sama. Formasi-formasi yang ada, dari pimpinan daerah, sehingga minta diberikan ruang yang sama supaya berkompetisi yang sama, lolos atau tidaknya itu menjadi bagian dari kesempatannya mereka masing-masing," ungkapnya.

BACA JUGA:Di Greged dan Mundu, Angka Perkawinan Anak Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

BACA JUGA:FIX! Ini Daftar Maskapai dan Rute Penerbangan Bandara Kertajati yang Pindah dari Bandara Husein Sastranegara

Ia menambahkan, atas aduan tersebut, pihaknya akan menanyakan terlebih dahulu ke eksekutif. Serta menginventarisir ada berapa banyak tenaga honorer dan kebutuhannya apa saja. Selanjutnya, kebijakan anggarannya mumpuni atau tidak. Termasuk ke depan arah kebijakannya seperti apa.

"Karena ada ribuan orang menunggu kepastian kebijakan dari pemerintah," pungkasnya. (sam)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: