Ada Pesan 'Goresan Pedang Umar bin Khatab' di Kasus Rempang Batam, Singgung Gubuk Yahudi

Ada Pesan 'Goresan Pedang Umar bin Khatab' di Kasus Rempang Batam, Singgung Gubuk Yahudi

Kasus Pulau Rempang kini hangat menjadi polemik.-Istimewa-radarcirebon.com

BACA JUGA:Levy Madinda Berkomitmen Tampil Ngotot Saat Persib Bandung Kontra Bhayangkara FC Akhir Pekan Ini

Sayiddina Umar bertanya, kamu dari mana dan apa keperluanmu? Yahudi itu cerita panjang lebar tentang kelakuan Gubernur Amr bin Ash yang akan menggusur gubuk reyotnya di Mesir sana.

Setelah mendengar ceritanya panjang lebar, Sayyidina Umar menyuruh Yahudi tersebut mengambil sepotong tulang unta dari tempat sampah di dekat situ.

Lalu diambil pedangnya kemudian digariskan tulang tersebut lurus dengan ujung pedangnya. Kemudian menyuruh Yahudi itu untuk memberikannya kepada Gubernur Amr bin Ash.

Makin bingung si Yahudi ini. Tetapi dia menuruti perintah Khalifah Sayyidina Umar tersebut.

BACA JUGA:Sah, Partai Demokrat Mendukung Prabowo Subianto Sebagai Capres di Pilpres 2024

Sesampai di Mesir, Yahudi ini pun langsung menyampaikan pesan Sayyidina Umar dengan memberikan sepotong tulang tadi kepada Gubernur Amr bin Ash.

Begitu dikasih tulang, Amr bin Ash melihat ada garis lurus dengan ujung pedang. Dia pun gemetar dan badannya keluar keringat dingin.

Lalu, dia langsung menyuruh pemimpin proyek untuk membatalkan penggusuran gubuk Yahudi tadi. Amr bin Ash berkata pada Yahudi itu. Ini nasehat pahit buat Amir bin Ash dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab, seolah-olah beliau bilang:

“Hai Amr bin Ash, jangan mentang-mentang lagi berkuasa, pada suatu saat kamu akan jadi tulang-tulang seperti ini. Maka mumpung kamu masih hidup dan berkuasa, berlaku lurus dan adillah kamu seperti lurusnya garis di atas tulang ini. Lurus, adil, jangan bengkok, sebab kalau kamu bengkok maka nanti aku yang akan luruskan dengan pedang ku."

BACA JUGA:OJK Paggil AdaKami Terkait Kasus Debitur Pinjol Bunuh Diri yang Viral

Singkat cerita, setelah melihat keadilan yang dicontohkan Sayyidina Umar tersebut, akhirnya Yahudi itu menghibahkan gubuknya tadi buat kepentingan pembangunan masjid. Dia pun masuk Islam oleh karena keadilan dari Umar bin Khattab.

Setidaknya ada 5 hikmah yang bisa dijadikan pelajaran, yakni:

1. Untuk membangun fasilitas umum seperti masjid saja, penguasa tidak boleh sewenang-wenang menggusur penduduk, sekaligpun diganti harganya 2 kali lipat. Apalagi kalau itu sekedar membangun untuk investasi, oleh asing lagi.

2. Keadilan ini berlaku juga bagi non-muslim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: