Pemkab Perhatikan Korban Bencana

Pemkab Perhatikan Korban Bencana

MAJALENGKA–Korban musibah bencana retaknya belasan rumah di Blok Manis RT 03/01 Desa Jerukleueut Kecamatan Sindangwangi, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Majalengka. Rabu siang (29/1), Wakil Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd beserta kepala OPD terkait, mendatangi lokasi tersebut guna memberikan dukungan moral dan bantuan logistik kepada para korban Dalam kesempatan ini, Wabup Karna menyerahkan bantuan berupa 17 set perlengkapan darurat bencana bagi para korban, beserta logistik sembako untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga, sebagai upaya perhatian awal pemkab terhadap para korban bencana tersebut. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolik oleh Wabup Karna kepada Camat Sindangwangi Andik Sujarwo AP MSi, yang diteruskan kepada Kepala Desa Jerukleueut Ardi AMd untuk disalurkan langsung kepada masyarakat korban bencana. Karna menyebutkan, sesaat dirinya mengetahui adanya peristiwa ini dari media cetak dan elektronik, pemkab terus memantau dari jauh perkembangan peristiwa yang merusak sekitar 17 rumah di kawasan tersebut serta langsung melakukan upaya-upaya lanjutan dalam menanganinya. Upaya tersebut, lanjut Karna, di antaranya pendataan masyarakat korban secara rinci dan mendetail, serta mendatangkan ahli geologi dan mitigasi bencana dari Bandung untuk meneliti struktur tanah di sekitar lokasi. “Sudah menjadi kewajiban bagi saya dan Pak Bupati untuk mengunjungi dan meninjau sekecil apapun informasi bencana yang ada di wilayahnya. Setelah saya tinjau dan mencari keterangan langsung dari warga di sini, ternyata memang kondisinya cukup mengkhawatirkan. Oleh karenanya, Saya mewakili Pak Bupati merasa prihatin atas kejadian yang menimpa bapak ibu di sini,” jelas Karna. Di samping itu, Karna juga menyebutkan jika pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar sedapat mungkin harus dihindari supaya bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa. Pasalnya, meruntut keterangan dari para warga yang rumahnya menjadi korban, memang retakan dinding dan lantai rumah warga masih terus terjadi. Dengan demikian, potensi pergeseran lantai dan dinding tersebut setiap saat bisa mengancam keselamatan warga. Meski demikian, dia berharap jika hasil penelitian dari pihak geologi menyimpulkan bahwa bencana yang terjadi di lokasi ini tidak separah bencana yang terjadi di Cigintung. Namun, pemkab tetap akan memperhatikan perbaikan kondisi rumah yang rusak, berat rusak ringan maupun rusak sedang. Atau, kalaupun kesimpulan dari pihak geologi nanti menyimpulkan jika tanahnya dianggap berbahaya, tentunya pemkab pun tidak akan tinggal diam. Yang paling pertama kali dilakukan adalah mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman, serta mengusahakan proses relokasi warga dengan berkordinasi ke pemerintah pusat dan provinsi. Dia menambahkan, jika dalam waktu dekat ini retakan dinding dan lantai belasan rumah di kawasan itu masih terus terjadi atau kian parah, diharapkan warga lain yang rumahnya terbilang lebih aman dan tidak terdampak bencana ini bisa dengan lapang dada menampung sementara warga korban bencana yang mengungsi dan membutuhkan tempat tinggal sementara. (azs/adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: