DLH launching Desa Mandiri dalam Pengelolaan Sampah

DLH launching Desa Mandiri dalam Pengelolaan Sampah

BANK SAMPAH: DLH meninjau langsung bank sampah Desa Matangaji.-Samsul Huda-radarcirebon.com

SUMBER, RADARCIREBON.COM -Pengelolaan sampah di tingkat desa menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon.

Minimalnya, penanganan sampah selesai ditingkat desa. Tidak lagi menumpuk di TPS sementara. Kemarin (10/10), DLH Kabupaten Cirebon me-launching Desa Matangaji sebagai Desa Mandiri dalam pengelolaan sampah.  

Kabid Peningkatan Kapasitas dan Pemulihan Lingkungan (PKPL) DLH Kabupaten Cirebon, Fifi Erneti SSos mengatakan, Desa Matangaji ini mempunyai cita-cita sebagai desa religi. Maka, pemerintah desa sedang menata infrastruktur dan objeknya yang merupakan petilasan Mbah Kuwu Matangaji, yang merupakan bagian dari keluarga Kasepuhan.  

“Artinya insfratruktur itu juga berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Salah satunya, mandiri dalam mengelola sampah. Karena setiap orang pasti membawa dan menambah jumlah sampah,” kata Fifi.

BACA JUGA:Pernyataan Bos Persib Terkait Bursa Transfer Pemain Paruh Musim, Oh Ternyata..

BACA JUGA:Tampilan Sangar KRI Golok, Kapal Siluman Buatan Indonesia yang Mampir ke Cirebon

Ia berharap, Desa Matangaji ini bisa menjadi seperti Singapura. Sebab, di Singapura ketika orang datang bersedia mengikuti aturan, tidak sembarangan membuang sampah. “Artinya, belajar disiplin mengelola sampah dari rumah,” ujarnya.

Sehingga, orang yang datang ke Matangaji, katanya, akan ikut terbawa, dengan tidak membuang sampah sembarangan di objek wisata.

“Dukungan Dana Desa dan suport oleh BPD dengan kelompok BUMDes-nya sudah mempersiapkan TPS terpadu, dan saat ini TPS terpadu sedang dibangun,” ucapnya.  

Sementara itu, Kuwu Desa Matangaji, Rusnadi menuturkan, persiapan Pemerintah Desa Matangaji menjadi Desa Mandiri sudah siap. “Tinggal pelaksanaan dalam pengelolaan sampah dari masyarakat itu sendiri,” kata Rusnadi.
Sejauh ini, lanjutnya, respons masyarakat sudah ada. Hanya saja, belum maksimal. “Itu gak masalah, karena semuanya berproses,” terangnya.

BACA JUGA:Jalan Baru Cirebon - Kuningan dari Talun ke Tugu Ikan, Mudik Lebaran Anti Macet?

BACA JUGA:Pembuktian PSSI Kepada Dunia, Piala Dunia U-17 Full Hiburan

Ditambahkannya, meski bank sampah yang ada di Desa Matangaji ini baru berdiri 4 bulan lalu, sudah ada 70 anggota yang mengelola sampah. Bahkan, sudah ada anggota yang mempunyai tabungan dari bank sampah sebesar Rp700 ribu. “Tapi, uangnya belum bisa diambil. Menunggu akhir tahun. Bisa juga diambil, namun dengan catatan untuk kebutuhan yang mendesak,” pungkasnya. (sam/adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: