SBY Minta Pemerintah Harus Dukung Industri Bola Sepak

SBY Minta Pemerintah Harus Dukung Industri Bola Sepak

MAJALENGKA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku bangga dengan industri bola sepak berkembang di dalam negeri. Dan mendukung penuh hasil karya bola sepak yang dinilai sudah mendunia tersebut. Hal ini diungkapkannya saat berkunjung ke pabrik bola sepak PT Sinjaraga Santika Sport (Triple S) di Desa Liangjulang, Kecamatan Kadipaten, Senin (3/2). Tiba di Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka sekitar pukul 14.00 WIB, rombongan Presiden SBY bersama istri Ani Yudhoyono dan menteri itu melihat secara langsung proses pembuatan bola sepak. Dari mulai tahap awal penjahitan secara manual hingga tahap finishing. Menurutnya, pemerintah berkeinginan mengembangkan olah raga di tanah air termasuk sepak bola. Karena itu, produksi bola sepak PT Sinjaraga Santika Sport harus terus dikembangkan sebagai ikon industri di dalam negeri. Pemerintah pusat dan daerah, mesti memberikan dukungan penuh terhadap industri bola sepak ini. “Saya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa dunia olahraga termasuk PSSI benar-benar berpihak industri bola sepak di negeri sendiri. Hanya dengan itu, industri tersebut akan tumbuh berkembang. Kalau berkembang, maka bisa memberikan dampak positif seperti pekerjaan dari penghasilan dan mengurangi kemiskinan di daerah,” pesannya. Sementara itu, owner PT Sinjaraga Santika Sport, H M Irwan Suryanto menjelaskan, perusahaan yang sudah mendunia itu berdiri sejak tahun 1994 silam. Selaku perintis industri tersebut, Irwan tentunya memiliki visi yakni menjadikan bola Majalengka yang kini berlabel Triple S itu menjadi kebanggaan dunia. “Selain visi, misi kami yaitu ingin menguasai pangsa pasar bola sepak di Indonesia dan mampu bersaing secara harga dan kualitas di pasar dunia,” ungkapnya. Dijelaskan Irwan, si kulit bundar hasil produksinya itu pernah digunakan pada piala dunia (World Cup) tahun 1998 di Prancis. Tentunya dari hasil kerja keras ini bola sepak buatannya itu sudah bersertifikat FIFA no 338.A1A. Tidak hanya itu, lisensi lainnya pun diukir oleh karya tangan pria tersebut dengan bersertifikat ISO 9001-2008, ISO 14001:2004, OHSAS 18001:2007, SNI 19-9001-2001, dan CE MARK 0376. “Dari situlah, alhamdulillah Kami mampu mendapatkan rekor Muri yakni bola pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat dari FIFA. Kami berharap bahwa hasil produksi ini bisa menjadikan raja bola dan tuan rumah di negeri sendiri dalam menyelenggarakan piala dunia mendatang,” harapnya. Irwan menambahkan, pada proses pembuatan bola sepak itu, pihaknya memiliki sekitar 150 karyawan dan 3 ribu pengrajin yang tersebar di Majalengka. Hasil produksinya pun sudah diekspor ke berbagai Negara Asia seperti Korea, Jepang Malaysia dan Singapore serta Negara-negara Eropa, Afrika dan Amerika Selatan terutama brazil. (ono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: