BKD Majalengka Resah

BKD Majalengka Resah

MAJALENGKA – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Majalengka Drs H Ahmad Sodikin MM meminta kepada seluruh tenaga honorer K2 untuk tetap bersabar tentang persoalan masih belum munculnya pengumuman CPNS. Pasalnya, sampai Rabu (5/2) sore BKD Majalengka masih belum menerima informasi tersebut. “Tidak hanya para tenaga honorer saja, kami pun merasa resah dengan belum adanya informasi ini. Sampai saat ini kita masih menunggu hasil itu dan belum mengetahui sama sekali,” Dari informasi yang diterima pihaknya, Presiden SBY tengah menginstruksikan kepada KemenPAN-RB untuk menjelaskan paparan terkait pengumuman kelulusan K2 itu. Pihaknya mengklaim dua hari menjelang kabar pengumuman CPNS K2 itu terus melalukan berbagai upaya seperti mengakses website resmi Kemenpan. Namun, Diki mengakui bahwa BKD Majalengka hanya bisa memonitor dan mencari berbagai informasi karena tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, pihaknya mengaku tidak bisa melangkahi karena itu adalah urusan pusat (Kemenpan, red). Dengan keadaan yang sebenarnya ini tentunya sangat harap-harap cemas. Mengingat kaitan dengan kelulusan dari Kemenpan sendiri masih juga tertutup. “Bukan hanya di Majalengka saja, tetapi juga se-Indonesia. Sementara Kemenpan itu sudah memberikan informasi bahwa pengumumannya dilakukan hari ini (kemarin, red) tetapi tetap saja hasilnya belum juga muncul. Kita juga sama seperti para tenaga honorer namun keadaannya memang seperti ini,” katanya. Diki juga berpendapat berkaitan dengan masih belum munculnya pengumuman CPNS diduga kembali diundur oleh Kemenpan. Hal ini mengingat permintaan Presiden terkait paparan mengenai pengumuman CPNS tersebut. Namun, ia meyakini bahwa cepat atau lambatnya hasil pengumuman itu akan dilaksanakan. Sementara itu, tidak hanya sejumlah tenaga honorer kategori II (K2) di berbagai daerah saja melainkan di lingkungan ( Pemkab Majalengka) pun mengaku kecewa dengan sistem pengumuman kelulusan tes CPNS. Pasalnya, Rabu (5/2) siang hingga sore hari para tenaga honorer cemas karena secara mendadak situs resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tidak bisa dibuka. Sekretaris Forum Guru Honorer, Irawan SPd mengatakan sudah sejak Selasa (4/2) malam hingga Rabu sore websitenya tidak bisa dibuka. Mestinya pengumuman CPNS dari jalur tenaga honorer K2 dilaksanakan pada Rabu kemarin. Ia meyakini bahwa tidak hanya dirinya saja yang melakukan hal itu melainkan ribuan K2 lain di kota angin. “Sudah puluhan kali mencoba dengan membuka situs Kemenpan tetap saja tidak bisa diakses. Padahal kami sudah menunggu jauh hari sebelumnya,” keluhnya. Senada juga diungkapkan honorer K2 lainnya, Nurwiatna, kesal karena situs tersebut belum bisa diakses. Seharusnya jika resmi bakal ada pengumuman, peserta bisa dengan mudah mengakses dan dapat diketahui lulus atau tidak. Mungkin ini akibat banyaknya peserta yang mengakses sehingga kecepatan benwite atau ada gangguan teknis pada situs tersebut. Adapun hasil yang diperoleh ribuan K2 rendah dan tidak memenuhi nilai TKD secara maksimum, Nurwiatna menilai seharusnya hal tersebut secepatnya diumumkan. Sebab, jika kemudian muncul suatu kebijakan seperti adanya afirmasi yang sudah diterapkan tentunya akan berdampak adanya permainan. “Karena informasi yang kami terima dari rekan-rekan juga sejumlah panitia (Panselnas) dan Kemenpan, serta beberapa BKD pernah melakukan komunikasi tentang hal ini. Artinya kalau tidak transparan tentunya akan digugat karena hanya sepihak,” tegasnya. Padahal, lanjut Nurwiatna, banyaknya hasil nilai TKD jeblok di bawah rata-rata itu sejatinya sudah disepakati melalui aturan main dari Panselnas. Bagaimanapun hasilnya dalam hal ini, Panselnas sendiri tidak profesional. Panselnas, Menpan dan Pejabat terkait jangan malah membuat aturan main yang malah merugikan. Dengan dalih apapun seharusnya tetap konsisten. Bilamana tetap merubah aturan awal tanpa adanya payung hukum harus ditempuh gugatan terhadap putusan tersebut. Sebab, jangan semena-mena karena ini menyangkut hak hidup dan kesamaan derajat. “Seharusnya silakan umumkan saja. Nantinya ini malah akan memicu permainan. Seperti aturan atau kebijakan baru tentang usia dan lamanya bekerja. Itu sih tidak ada masalah tetapi bagi K2 bagi yang muda tentunya sangat dirugikan,” tandasnya. (ono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: