Rumah Rusak Jadi 53 Unit

Rumah Rusak Jadi 53 Unit

MAJALENGKA – Musibah pergerakan tanah yang menimpa belasan rumah di kawasan Blok Manis RW 01 Desa Jerukleueut Kecamatan Sindangwangi terus meluas. Setelah sebelumnya tercatat hanya menimpa 17 rumah di RT 03, kini bencana tersebut merambah ke RT lainnya dengan jumlah total rumah yang rusak menjadi lebih dari 50 unit. Keterangan yang disampaikan Kepala Desa Jerukleueut Ardi menyebutkan, sejak satu minggu terakhir, atau pasca korban bencana mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, kerusakan rumah kembali merambat. Rumah warga lain yang semula belum terkena dampak retakan tanah, kini ikut retak dan rusak bagian dinding serta lantainya. “Ya, nambah lagi. Sekarang yang rusak jadi di dua RT. Tadinya kan cuma di RT 03, sekarang jadi nambah di RT 04. Setelah kita data, totalnya ada 53 rumah yang rusak,” terang Ardi, kemarin (5/2). Dari 53 rumah yang rusak itu semuanya masih berada di Blok Manis pada satu RW yakni RW 01. Rinciannya antara lain di RT 03 sebanyak 30 unit rumah, serta yang menimpa di RT 04 sebanyak 23 unit rumah. Dia menyebutkan, 53 rumah tersebut kondisi kerusakanya relatif bervariasi, mulai dari yang rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. “Macam-macam, ada yang ringan retak biasa, ada yang rusaknya sedang, ada juga yang berat. Tapi memang kalau yang roboh sih belum ada,” kata Ardi. Menurutnya, bertambahnya rumah yang rusak ini waktunya berjenjang dalam waktu satu minggu terakhir ini. Ada yang satu hari nambah satu rumah yang rusak, ada juga yang dalam satu hari nambah belasan sampai puluhan rumah yang rusak. Kriteria kerusakannya, kebanyakan mengalami retak-retak bagian tembok dan lantainya. Retakan pada rumah korban tambahan ini, kebanyakan terjadi ketika hujan turun terus-menerus di lokasi bencana. Hal ini juga karena selama sepekan terakhir ini hujan terus mengguyur kawasan tersebut baik di siang maupun malam hari. “Ya pokoknya bertahap, nggak langsung sekaligus ngerembet satu hari. Memang kalau waktu minggu kemarin pas ada bantuan dari Pemkab kan masih 17. Nah, sehabis itu nambah lagi rumah yang rusaknya bertahap-tahap. Sampai sekarang ada 53 rumah,” jelasnya. Dia menyebutkan, pihaknya terus berupaya mengimbau kepada masyarakat yang rumahnya terdampak dari musibah ini untuk bisa mengungsi sementara ke kediaman sanak keluarga atau kerabat dan tetangganya yang relative aman dari ancaman musibah. Agar ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan tidak ada yang terluka. Kasi Kedaruratan Bencana BPBD Engkos Koswara yang berada di lokasi menyebutkan, pihaknya tengah melakukan pendataan dan meghitung kerugian yang diakibatkan oleh musibah bencana pergerakan tanah di Blok Manis ini. “Hasil dari penelitian pihak badan geologi memang belum kita terima. Tapi melihat kondisi retakan tanah yang terus merambat. Sebaiknya utamakan upaya evakuasi agar tidak timbul korban,” jelasnya. (azs)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: