Prediksi Mahfuz Sidik, Hoaks dan Ujaran Kebencian Meningkat Mulai November

Prediksi Mahfuz Sidik, Hoaks dan Ujaran Kebencian Meningkat Mulai November

Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Drs H Mahfuz Sidik MSi. -Istimewa-

Prediksi Mahfuz Sidik, Hoaks dan Ujaran Kebencian Meningkat Mulai November 

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Hoak dan ujaran kebencian diprediksi bakal naik jumlahnya mulai November 2023.

Prediksi itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Drs H Mahfuz Sidik  MSi.

Menurut Mahfuz, mendekati masa kampanye, berita hoaks dan ujaran kebencian diprediksi mengalami lompatan besar.

Oleh karena itu, dia berharap kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar menginisiasi pembentukan Satuan Gugus Tugas Khusus Keamanan Informasi Pemilu 2024.

BACA JUGA:Sejarah Rumah yang Dieksekusi PT KAI di Cirebon Versi Iswardi, Terkait Polisi dan Gerombolan

BACA JUGA:Anwar Usman Dijadwalkan Hari Ini Kembali Diperiksa MKMK Terkait Dugaan Pelanggaran Kode Etik

Menurutnya, itu perlu dilakukan untuk menjaga keamanan informasi pemilu dari serangan cyber.

Mahfuz menambahkan,  penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu, perlu menginisiasi terbentuknya satu gugus khusus, yaitu Gugus Tugas Keamanan Informasi Pemilu.

Gugus tugas ini tidak hanya untuk mengantisipasi hoaks, framing ujaran kebencian, tetapi dalam pengertian yang luas, yaitu menjaga keamanan informasi pemilu. 

Menurut Mahfuz, gugus tugas ini nantinya bisa melibatkan Dewan Pers, KPI, BSSN, Polri dan pihak terkait lainnya untuk melakukan patroli cyber dalam rangka melakukan penegakkan hukum (Gakkum) terhadap disinformasi Pemilu 2024.

BACA JUGA:Usai Bebas, Rohadi Hibahkan Tanah, Inspektorat Jenderal TNI AD Brigjen Supriyanto Ucapkan Selamat

BACA JUGA:Pasrah, Iswardi Cahyana Penghuni Rumah yang Dieksekusi PT KAI Singgung Azab dan Israel

"Saya khawatir banyaknya hoaks-hoaks sekarang ini akan menjadi gangguan besar pada pemilu 2024," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: