Ribuan Hektare Padi Panen Awal

Ribuan Hektare Padi Panen Awal

MAJALENGKA - Nasib sial dialami puluhan petani di Desa Cipeundeuy Kecamatan Bantarujeg. Pasalnya, puluhan hektar tanaman padi mereka ludes dimangsa hama tikus yang menyerang area pertanian tersebut selama beberapa hari terakhir yang mengakibatkan para petani merugi hingga ratusan juta rupiah. Serangan hama tikus ini, kata Endin salah satu petani, berlangsung secara sporadis selama beberapa hari terakhir. Para petani di lokasi itu, tidak tahu dari mana asalnya kawanan hama tikus yang tiba-tiba merusak tanaman padi mereka. Sialnya lagi, sebagian besar dari 80 hektare lahan pertanian sawah di lokasi ini, sudah berumur mendekati 90 hari, dan beberapa di antaranya sudah siap dipanen. Namun, akibat adanya hama tikus ini, praktis lahan pertanian di kawasan tersebut hampir dipastikan gagal panen. Menurutnya, hama tikus ini tidak hanya menyerang lahan pertanian milik warga saja. Akan tetapi, lahan pertanian sawah bengkok yang dikelola perangkat desa setempat, tidak luput dari serangan hama tikus-tikus tersebut. Bukan hanya itu, serangan tikus juga menyerang tanaman padi yang lainnya yang berumur lebih muda, sehingga praktis sawah-sawah tersebut tidak bisa dilanjutkan proses pertumbuhan tanamannya. \"Aneh kita juga, asalnya gak tau darimana. Tikusnya juga kok nyerangnya bukan ke sawah yang udah ada bijinya (biji padi). Yang masih muda-muda juga diserang. Pokoknya hampir semua yang diserang,\" keluh dia. Dengan peristiwa ini, dia menaksir kerugian yang dialami para petani berada di kisaran angka ratusan juta rupiah. Dengan asumsi, jika 80 hektare sawah itu produksi normal gabahnya berada di kisaran sampai 100 ton, dan harga jual gabah per ton mencapai 5 juta, maka total hasil dari produksi gabah yang mencapai angka Rp500 juta itu terancam lenyap akibat serangan hama tikus. Muslihin, petani lainnya menambahkan, seingatnya serangan hama tikus seperti ini baru pertama kali terjadi di area persawahan desanya. Dia menduga jika tikus-tikus tersebut menyerang area persawahan pada setiap malam hari, sehingga para petani baru sadar pada pagi hari jika sawahnya sudah dirusak hama tikus. Para petani juga terpaksa memanen padi lebih awal untuk tanaman padi yang sudah berbiji, meskipun secara usia masih belum sangat matang untuk dipanen. \"Ya yang masih nyisa kepaksa dipanen seadanya. Daripada nggak hasil sama sekali,\" ujarnya. Sekretaris Desa Cipeunduey Iding Hasanudin mengatakan, pihak pemerintah desa akan bermusyawarah dengan warga, untuk mengajak bareng-bareng membasmi hama tikus ini secara tradisional, atau membasmi tikus-tikus ini dengan cara digiring dan dipojokan untuk kemudian dihabisi beramai-ramai. Menurutnya, langkah ini dilakukan agar serangan tikus tidak merembet ke area persawahan lain yang belum terkena serangan. Sehingga dampak serangan tikus yang berpotensi meluas ini, bisa diminimalisir, atau bahkan dihilangkan karena tikus-tikusnya diberangus. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian ini kepada Camat Bantarujeg sebagai laporan. Para petani di desa tersebut, juga diimbau untuk selalu waspada terhadap serangan hama ini. Beberapa di antaranya, juga sudah ada yang memberlakukan ronda di sawah pada malam hari untuk menakut-nakuti tikus agar tidak mendekat ke area persawahan mereka. \"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pertanian untuk segera turun tangan dan segera dapat membasmi hama tikus yang telah merusak tanaman,\" imbuh Kaur Pemerintahan Desa tersebut, Nendi. (azs)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: