Beredar Video Dampak Gempa Bumi di Bawean Jawa Timur, BNPB: HOAX!

Beredar Video Dampak Gempa Bumi di Bawean Jawa Timur, BNPB: HOAX!

Akun resmi Instagram BNPB mengabarkan bahwa video yang memperlihatkan dampak gempa bumi di Laut Jawa terhadap pemukiman di Pulau Bawean Kabupaten Gresik, Jawa Timur adalah hoax.-hasil tangkap layar @bnpb_indonesia-Instagram

RADARCIREBON.COM – Akun Instagram milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa video yang beredar di media sosial dan WAG yang menampilkan kerusakan akibat gempa di Laut Jawa, Jumat 22 Maret 2024 adalah hoax.

Diketahui, salah satu video yang diterima Redaksi radarcirebon.com, memperlihatkan kerusakan sebuah jalan dan pemukiman.

Dalam tayangan video terlihat, jalan aspal terbelah dan beberapa rumah mengalami kerusakan.

BACA JUGA:Ngeri! BNPB Mencatat Puluhan Kali Gempa Susulan di Laut Jawa, Terakhir Pukul 19.18 WIB

BACA JUGA:Hadapi Pilkada Kabupaten Cirebon, LSPC Siap Turun Lakukan Survei Cabup dan Cawabup

BACA JUGA:Gempa Bumi Guncang Laut Jawa, Begini Kata Pakar Geologi ITS Surabaya

Dalam unggahan tersebut disebutkan, lokasi kerusakan akibat gempa terjadi di Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Dalam akun Instagram @bnpb_indonesia menuliskan bahwa narasi yang ditampilkan dalam video tersebut adalah hoax.

Pasalnya, menurut akun @bnpb_indonesia bahwa video tersebut adalah video dampak dari gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada tahun 2022.

“Halo #SahabatTangguh! Beredar di media sosial dan WhatsApp Group video kerusakan berikut dengan narasi dampak akibat gempa M6.0 lepas pantai Tuban siang tadi (22/3). Narasi video tersebut HOAKS karena video tersebut adalah video dampak gempa Cianjur tahun 2022,” tulis caption dalam akun Instagram @bnpb_indonesia.

BACA JUGA:Paket Bukber di Patra Hotel Cirebon, Tawarkan Pengalaman Berbeda

BACA JUGA:Gempa Hari Ini, Beredar Video Jalan Terbelah di Bawean

BACA JUGA:Warga Desa Bunder Cirebon Murka, Keluarga Pelaku Pembunuhan Pergi Dikawal Polisi

“Tetap waspada dan pantau informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dari otoritas resmi,” tambahnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa bumi tersebut terjadi puluhan kali dengan kekuatan yang berbeda-beda.

Pada gempa bumi pertama dimulai  pukul 11.22 WIB berkekuatan 6.0 magnitudo dengan kedalaman 10 KM yang letaknya di 5.74 lintang selatan dan 112.32 bujur timur.

Kemudian, gempa kedua terjadi pada pukul 12.31 WIB berkekuatan 5.3 magnitudo dengan kedalaman yang sama dan jarak yang tidak terlalu jauh dari gempa pertama.

Selanjutnya, gempa besar ketiga terjadi pada pukul 15.52 WIB berkekuatan 6.5 magnitudo dengan kedalaman 10 KM, terletak di 5.76 lintang selatan dan 112.33 bujur timur.

BACA JUGA:Indosat gelar beragam Program Penuh Berkah Sepanjang Ramadan

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Gempa Dirasakan di Cirebon, Durasi Hampir 5 Detik

Dalam keterangan tertulis BNPB, gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun, sejumlah daerah yang dekat dengan lokasi gempa merasakan dampaknya.

Daerah di Kabupaten Tuban yang terdampak meliputi Desa Glagahsari Kecamatan Soko, Dsa Dagangan Kecamatan Parengan, Desa Sidokumpul Kecamatan Bangilan dan Desa Ngadirejo Kecamatan Renggel. “Ada kurang lebih 3 kepala keluarga yang terdampak,” tulisnya.

Kemudian, Kabupaten Gresik yang terdampak meliputi Desa Sungairujing, Desa Kotakusuma, Desa Dekatagung Kecamatan Sangkapura.

BACA JUGA:Pembunuhan di Desa Bunder Cirebon, Warga Unjuk Rasa, Polisi Gelar Rekonstruksi di Aspol

Lalu, Desa Kelompanggubug, Desa Tambak dan Desa Telukjatidawang Kecamatan Tambak. “Tercatat 1 orang luka ringan tertimpa genting atas nama Ibu Hasi’ah (71) dan kurang lebih 5 KK terdampak,” tambahnya.

Saat ini BPBD Kabupaten Tuban, Rembang dan Gresik melakukan monitoring di masing-masing desa untuk mendapatkan informasi dampak gempa.  (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: reportase