Al Mutazam Rajai Debat Kespro

Al Mutazam Rajai Debat Kespro

KADUGEDE - SMA Al Mutazam Kuningan sukses merebut juara I Lomba Uji Wawasan dan Debat Kesehatan Reproduksi Remaja Antarpelajar SMA/SMK se-Kuningan, di ruang seminar lantai III Gedung Rektorat STIKKu, Kamis (27/2). Menyusul juara II SMAN Jalaksana, juara III SMAN Kadugede, dan juara IV SMAN Ciawigebang. Babak grand final sendiri, berlangsung alot. Mereka mengeluarkan mosi tentang perawatan anak dengan HIV/AIDS (Odha) dan pekan kondom gratis, pada Peringatan International AIDS Day di Indonesia beberapa waktu lalu. Untuk uji wawasan, dewan juri dari ketua STIKKu dan Sekretaris BKBB-PPPA Kuningan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat analitis dan sistematis. Beberapa kali sorak sorai para suporter membahana di ruang seminar sekalipun waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 malam. Ketua Panitia Winda Widiawati menjelaskan, lomba uji wawasan dan debat kespro merupakan bentuk kepedulian BEM STIKKu terhadap permasalahan remaja. Terutama kaitan dengan masih kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. “Padahal berbicara kesehatan reproduksi sama saja dengan berbicara tentang diri sendiri. Karena itu, pengetahuan kespro ini sangat penting bagi remaja sebagai dasar-dasar pembentukan perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab,” tandasnya. Ketua STIKKu Asep Sufyan Ramadhy menilai, lomba uji wawasan kespro merupakan bagian dari pengabdian masyarakat civitas academica STIKKu. Di mana mahasiswa merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi dalam pembinaan generasi muda. Utamanya dalam pembinaan kesehatan reproduksi remaja. “Kondisi remaja Indonesia saat ini bisa dikatakan cenderung mengkhawatirkan. Terutama dilihat dari perubahan perilaku seksualnya,” katanya. Tak bisa dipungkiri, bahwa salah satu dampak negatif globalisasi adalah terjadinya revolusi seksual di masyarakat. Terutama pada segmen remaja. Secara psikologis, masa transisi remaja ini jelas ditandai besarnya rasa ingin tahu. Di sisi lain, perkembangan seksualitasnya tengah mengalami tahap progresif. Menurut Asep, pornografi telah mampu meluluhlantakkan ketahanan keluarga dan norma-norma susila masyarakat yang dulu dijunjung tinggi. Kini tak ada lagi rasa malu seorang remaja asyik berpacaran di ruang publik disaksikan ratusan pasang mata. Keberadaan UU Pornografi tak kuasa membendung liarnya perilaku seksual remaja. “Melalui ajang lomba debat ini, maka remaja diharapkan bisa menyikapi dengan bijak berbagai fenomena perubahan perilaku di tengah masyarakat. Terutama berkaitan dengan seksualitas dan kesehatan reproduksi,“ harap Asep. Selanjutnya, Asep memberikan piala tetap, piala bergilir dan uang pembinaan Rp1,5 juta bagi juara I, juara II mendapat uang pembinaan Rp1 juta dan untuk juara III dan IV mendapat uang pembinaan Rp750 ribu dan Rp 500 ribu. Semua juara juga mendapat bingkisan buku dari Ketua STIKKu. (tat)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: