Azis Lebih Aktif di Dinas-dinas

Azis Lebih Aktif di Dinas-dinas

Tidak Masalah Tak Dilibatkan di Program Sapa Warga KEJAKSAN- Kader Partai Demokrat kembali angkat bicara mengenai ketidakhadirkan Wakil Wali Kota Nasrudin Azis dalam setiap kegiatan Sapa Warga. Mereka menganggap hal itu bukan masalah serius. “Sapa Warga itu kegiatan yang sifatnya umum, jadi siapa saja boleh ikut. Dan Pak Azis lebih memilih untuk mengunjungi daerah lain, daripada menunmpuk di satu lokasi. Setahu saya seperti itu,” tutur kader Partai Demokrat, Handarujati Kalamullah. Pria yang akrab disapa Andru ini mengatakan Nasrudin Azis bukannya tidak dilibatkan di Sapa warga, tapi karena punya kesibukan yang lain. Andru menjamin Ano-Azis selalu berkoordinasi mengenai kegiatan itu. Hanya saja, kata Andru, Azis memang memilih untuk tidak terekspose. Dia mengatakan, Azis selama ini mencoba untuk lebih memberikan bukti semangat perubahan pada masyarakat. Bahkan, kata Andru, dalam beberapa hal, Azis kerap kali tampil dibandingkan dengan Wali Kota Cirebon Drs Ano Sutrisno MM. “Saat ada situasi yang penting malah Pak Azis yang lebih tampil dibandingkan Pak Ano. Selain itu juga, kadang saat Sapa Warga, Pak Azis lebih memilih untuk berkoordinasi dengan SKPD dan proaktif menyelesaikan masalah yang terjadi di dinas-dinas,” bebernya. Sementara Ketua PAC Demokrat Kesambi, HP Yuliarso BAE, mengatakan ketidakhadiran Azis dalam kegiatan Sapa Warga bukan berarti Azis tak dilibatkan. Yuliarso mengklaim selalu ada komunikasi yang terjalin antara pasangan Ano-Azis. Dan setiap kegiatan Sapa Warga, Azis pun selalu diberitahu. “Memang saat Pak Ano tidak ada, ya kegiatan Sapa Warga rata-rata tidak digelar. Karena memang Pak Azis sendiri juga biasanya punya aktivitas lain. Entah itu mengunjungi dinas-dinas ataupun keluar kota. Karena setahu saya, Pak Azis sedang kuliah lagi pada Jumat, Sabtu dan Minggu,” tuturnya. Selama ini, sepengetahuan Yuliarso, memang ada pembagian tugas antara Ano dan Azis. Saat Sapa Warga, Azis melakukan koordinasi atau sidak ke dinas-dinas, sementara Ano turun ke masyarakat. “Saya sering mengikuti kegiatan Sapa Warga, yang jelas setiap ada kegiatan Sapa Warga, Pak Azis tahu. Dan selalu ada komunikasi antarmereka berdua,” ucapnya. Terpisah, Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno SIP MSi mengatakan Sapa Warga telah dievaluasi dan mendapatkan nilai baik. Edi mengakui program ini merupakan kreativitas eksekutif dalam mendekatkan diri kepada masyarakat. Sebab, warga Kota Cirebon diperbolehkan menyampaikan aspirasi kepada eksekutif maupun legislatif. Meskipun demikian, ujarnya, pihaknya akan melakukan pembahasan bersama Pemkot Cirebon, agar Sapa Warga dimodifikasi. “Ke depan akan kita bicarakan antarlembaga. Kami ingin mencari formulasi terbaik,” tukasnya. Selama ini, ujar Edi, Sapa Warga mendapatkan respons positif dari masyarakat. Hanya saja, bentuk program dan kegiatan di lapangan akan di evaluasi lebih baik lagi. Edi menegaskan, program Sapa Warga tidak bertentangan dengan reses. Justru, saling melengkapi dan mendukung. Sapa Warga dan reses program berbeda dengan anggaran yang juga memiliki perbedaan. Untuk reses, ujar anggota dewan yang sudah tiga periode ini menjabat, ada waktu khusus dan aturannya tersendiri. Dengan demikian, lanjutnya, program Sapa Warga tetap harus dijalankan. Penekanannya ada pada modifikasi program kegiatan. Seperti, melibatkan anggota dewan secara aktif. Hal itu bisa dilakukan berdasarkan daerah pemilihan lokasi kegiatan. Untuk itu, teknis program Sapa Warga perlu dibahas bersama. Secara umum, tugas para wakil rakyat meliputi tiga fungsi. Yakni anggaran, pengawasan, dan membuat aturan. Selain tiga pokok itu, anggota dewan menerima aspirasi masyarakat, untuk kemudian disampaikan kepada eksekutif. Sebelumnya, Wali Kota Cirebon Drs H Ano Sutrisno MM menegaskan Sapa Warga tetap akan berjalan. Sama seperti yang dijalaninya sejak sebelum menjabat sebagai kepala daerah. “Sapa Warga tetap berjalan. Evaluasi atau modifikasi akan dibicarakan nanti,” tegas Ano kepada Radar. Menurut wali kota 2013-2018 itu, setiap waktu program itu dapat terus di evaluasi dalam bentuk model dan pola. Ano yakin, keberadaan program Sapa Warga tidak lantas membuat aspirasi masyarakat kepada para wakilnya di parlemen menjadi terhambat. Bahkan, Ano secara formal maupun informal selalu mengajak anggota dewan untuk dapat mengikuti program Sapa Warga yang digelar secara periodik setiap minggu di lokasi berbeda. Dalam format lain, lanjutnya, dewan dapat menyampaikan atau setidaknya menampung aspirasi masyarakat secara langsung dan menyampaikan kepada eksekutif di lokasi Sapa Warga maupun rapat resmi bersama. “Sapa Warga selalu di evaluasi model dan segala sesuatunya. Tetap berjalan dan tidak ada masalah,” ucapnya. (kmg/ysf)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: