Masa Depan Red Bull Tergantung Audi

Masa Depan Red Bull Tergantung Audi

  NET MENURUN: Tanpa Renault, Red Bull terancam tak dapat tampil di F1 dan masa depannya akan ditentukan pabrikan mesin asal Jerman, Audi.     LONDON - Masa depan tim Red Bull di F1 disebut-sebut akan ditentukan oleh pabrikan mesin asal Jerman, Audi. Demikian pernyataan mengejutkan dari mantan Presiden Ferrari Luca di Montezemolo yang mengaku mendapat informasi dari sumber terdekat dari pemilik Red Bull, Dietrich Mateschitz. Pria asal Austria yang juga memiliki perusahaan minuman berenergi, Red Bull itu kabarnya kecewa dengan penampilan timnya pada dua musim terakhir. Hubungan dengan Renault kini sudah terlanjur renggang hingga akhirnya sampai pada suatu keputusan bahwa Renault memilih untuk keluar dari tim tersebut mulai musim depan. Tanpa Renault, Red  Bull terancam tak dapat tampil di F1. Seiring munculnya spekulasi bahwa Volkswagen Group tertarik untuk masuk ke F1, Mateschitz langsung berupaya membujuk Audi yang merupakan bagian dari grup tersebut untuk jadi pemasok mesin mereka. Jika proposalnya tak berhasil, maka Mateschitz kabarnya memilih untuk menjual Red Bull dan tak lagi bergelut di balapan F1. “Williams tak berkembang musim ini, sementara Red Bull tampil lebih buruk lagi. Saya tahu jika Mateschitz sedang berpikir untuk menjual timnya, kecuali ia bisa meyakinkan Audi untuk masuk,” kata Montezemolo. Jika Red Bull sedang terpuruk, maka Ferrari musim ini tengah mengalami musim kebangkitan. Tapi, masih menurut Montezemolo, itu hanyalah keberuntungan belaka. Ferrari bisa bangkit karena tak lagi memiliki rival, menyusul masalah yang dihadapi oleh Williams, Red Bull, dan juga McLaren. “Saya jujur mengatakan bahwa Ferrari sedikit beruntung musim ini. Tahun ini, selain Mercedes, mereka tak punya rival,” tegas pria asal Italia tersebut. “Singkatnya, Ferrari seharusnya akan dengan mudah mendapatkan podium dalam setiap balapan musim ini. Tapi keberuntungan saja tidak cukup jika tak berhasil menggunakannya dengan baik,” imbuhnya. Lebih lanjut, Montezemolo juga mengutarakan pendapatnya bahwa era mesin hybrid yang dipakai F1 saat ini adalah sebuah kesalahan. Ia juga menyesal tak memberikan penolakan saat FIA melontarkan ide untuk menggunakan mesin hybrid V6 turbo. Ketika itu, jelas Ferrari yang ia pimpin belum siap untuk menyamai Mercedes yang memang sudah lebih dulu mengembangkan teknologi ini sebelumnya. “Mesin hybrid memang masa depan dari dunia otomotif, tapi jika melihat ke belakang, akan lebih baik untuk menolaknya diterapkan di F1 saat itu,” sesal Montezemolo. (dim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: