Suka dan Duka Petugas Pemadam Kebakaran, Bahagia saat Api Padam, Dicemooh karena Telat Datang

Suka dan Duka Petugas Pemadam Kebakaran, Bahagia saat Api Padam, Dicemooh karena Telat Datang

  Hampir 28 tahun menjalani tugas sebagai petugas pemadam kebakaran bukan waktu yang tidak sebentar. Tentu banyak suka, duka, dan pengalaman saat bertugas memadamkan api. Hal ini yang dirasakan Joko Subangkit. Bagaimana kisahnya? JAMAL SUTEJA, Kesambi PANTANG pulang sebelum padam. Itulah jargon yang menjadi semboyan bagi seluruh awak pemadam kebakaran saat bertugas. Di balik itu, siapa sangka mereka juga bisa dicemooh. Saat berhasil menaklukan kebakaran, nama mereka mungkin bisa jadi dilupakan begitu saja. Tetapi saat mereka datang terlambat ke lokasi kejadian, mereka justru kerap mendapatkan cemoohan. \"Senang saat kita bisa memadamkan api saat kebakaran. Dukanya banyak cemohan karena tidak cepat datang ke lokasi,\" ujar Komandan Regu Damkar Kota Cirebon, Joko Subangkit. Dikatakan dia, keterlambatan ini bukan tanpa alasan. Hal ini mengingat jalur lalu lintas Kota Cirebon yang semakin padat. \"Belum lagi untuk mencari alamat, apalagi jika lokasinya di daerah terpencil yang sulit dilalui sehingga akses mobil damkar tidak bisa masuk,\" tuturnya. Hanya saja, agar bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, cemohan itu diangap sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik. Disebutkan dia, damkar sendiri memiliki standar untuk mencapai lokasi. Paling lambat 10 menit damkar bisa mencapai lokasi setelah mendapatkan laporan kebakaran. Setelah itu, damkar meluncur dengan kendaraan dan peralatan yang sudah siap tempur. Kendaraan damkar harus dipanaskan terlebih dahulu pagi dan sore hari. Hal ini untuk antisipasi adanya kebakaran. \"Jangan sampai kita kehabisan aki, ini sangat penting terutama dalam proses penyiraman air,\" katanya. Hal pertama kali yang dilakukan damkar ketika tiba di lokasi kebakaran ialah mencari sumber api. Setelah sumber api padam, damkar melakukan penyiraman dan pendingan bara-bara api. “Jangan sampai terlewat, bara-bara api harus padam, supaya kebakaran tidak merembet,\" ucapnya. Dengan wilayah perkotaan, kejadian kebakaran saat ini sudah mulai jarang terjadi. Hal ini tak lepas dari sosialisasi yang diberikan dalam mengantisipasi kebakaran. Joko yang sudah 28 tahun menjadi pemadam kebakaran pernah menangangi kebakaran selama 24 jam. \"Lokasinya saat itu yang sekarang menjadi Toko Trenzshop. Di sana karena medannya susah, kebakaran mulai dari 8 pagi padamkan api hingga jam 8 pagi lagi,\"ujarnya. Namun kini, jarang ada kebakaran yang terjadi lama seperti itu. Paling lama kebakaran bisa terjadi dalam hitungan jam. Sesuai dengan standar penangan kebakaran, saat terjadi kebarakaran pemadam kebakaran bakal mengerahkan 2-3 mobil. Satu mobil berisi 2.500 liter air. Apabila kurang dengan melihat medan dan besarnya api, pihaknya bisa menambah pasokan air. \"Menambah pasokan air ini sebentar butuh waktu hanya lima menit,\" ujarnya. Damkar sendiri memiliki tiga regu yang bekerja 24 jam secara bergantian. Satu regu berisi 15 orang anggota, termasuk komandan regu, driver, dan anggotanya. Mereka bertugas tak mengenal hari libur. Begitupun saat idul fitri, mereka tetap bekerja. \"Ya kita tidak mengenal hari libur, tapi kan sistemnya kita bekerja bergantian tiga regu itu,\" katanya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: