Kereta Juru Mudi Pembawa Arah Jalan

Kereta Juru Mudi Pembawa Arah Jalan

PEKALIPAN - Kereta Juru Mudi Keraton Kacirebonan saat ini masih mendapatkan perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat. Padahal kereta ini merupakan salah satu pusaka yang dibuat sekitar abad ke-18, saat Sultan Kacirebonan I memimpin Keraton Kacirebonan. Kereta Juru Mudi, memang tidak seunik seperti Kereta Paksi Naga Liman (Keraton Kanoman) dan Kereta Singa Barong (Keraton Kasepuhan). Namun, sejarahnya cukup panjang. Pembuatan kereta juru mudi dilatarbelakangi pusaka keris Ki Juru Mudi. Keris tersebut yang menunjukkan jalan ketika Sultan Kacirebonan I pulang ke Cirebon dari tempat pembuangan, di daerah Ambon. Budayawan, Elang Iyan Arifudin mengungkapkan, setelah pulang dan kembali ke Cirebon, Sultan Kacirebonan kemudian membuat sebuah kereta yang diberinama kereta juru mudi. \"Jadi saat perjalanan pulang dari tempat pembuangan, di dalam kapal itu, Sultan menggunakan pusaka keris Ki Juru Mudi untuk memberi tahu arah jalan,\" terang Elang Iyan kepada Radar, Kamis (10/9). Dikatakan dia, saat ini kondisi kereta memang sudah tidak bisa digunakan lagi, karena chasisnya patah. Menurutnya, rangka kereta itu berasal dari Inggris. Kemudian pada tahun 1997, kereta itu direvitalisasi oleh sang ayah, Elang Yusuf Dendrabrata dengan biaya sendiri. Kereta itu pun digunakan saat perhelatan Festival Keraton Nusantara (FKN) berlangsung di Cirebon. \"Perhatian pemerintah dalam merawat benda pusaka sangat minim, itu diperbaiki dengan biaya sendiri,\" kata dia. Revitalisasi kereta juru mudi sendiri dilakukan tanpa mengubah bentuk aslinya. Hanya material kayu yang rapuh diganti dengan kayu yang baru. Sementara onderdil rangkanya masih menggunakan rangka yang asli. \"Ayah saya termasuk yang banyak menduplikasi kereta-kereta kuno, seperti pedati gede dan kereta naga paksi yang kini berada di museum di Sumedang,\" terangnya. Sementara itu, Ketua Kompepar Keraton Kacirebonan, R Agus Zulkarnaen mengatakan, kereta juru mudi memang kerap digunakan dalam festival. Zaman dahulu, kereta itu digunakan untuk upacara adat dan pernikahan kerabat dari Keraton Kacirebonan. \"Kalau bodinya masih asli buatan Inggris. Tapi kayunya diduplikasi tahun 1997,\" terangnya. (jml)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: